Setelah registrasi dikasih snack kemudian dilanjutkan dengan cek golongan darah. Ibu dokter menekankan sebuah benda ke jari tengah tangan kananku. OW... aku kaget ketika benda itu membuat jari tengahku berdarah. Dan seorang bapak yang sedang berdiri di sampingku ikut melonjak ketika aku berteriak OW.



Nunggu giliran untuk donor darahnya lumayan lama. Selama nunggu giliran, perutku mules euy. Maklum deh ini kan pertama kali, jadi nervous gitu deh. Dan tibalah giliranku. Jreng... jreng...
Aku berbaring di tempat tidur yang telah disediakan. Baju lengan kiriku digulung oleh suster yang bertugas, lenganku diolesi dengan alkohol. Kemudian jarum panjang itupun disuntikkan ke lenganku. OW... lumayan perih rasanya. Proses pengambilan darahnya gak sampe 5 menit.
Setelah selesai aku diberi obat penambah darah dan dapat kartu donor. Kemudian disediakan mie instan + telor rebus + susu coklat. Kenapa ya, donor darah selalu identik dengan mie instan? Padahal mie instan kan gak baik untuk kesehatan. Kenapa gak bubur ayam atau bubur kacang hijau yang lebih menyehatkan badan? Kemaren adalah kali pertama aku makan mie instan lagi setelah 6 bulan vacum makan mie instan.
Setelah donor rasanya kok ngantuk ya?

Emangnya bener ya, kalo donor itu harus rutin? Kalo gak rutin katanya bakal bikin badan jadi gemuk?
0 comments:
Post a Comment