Friday, May 17, 2013

Education - Well Plan With Knowledge

Bangsa ini menjadi amburadul & skeptis karena kita tidak pernah merencanakan mendidik dengan Well Plan With Knowledge.

Nasihat mengatakan "Al Ummahat Imad Al Bilad (Para IBU adalah TIANG NEGARA & BANGSA)".

Tegak & hancurnya bangsa ini tergantung kaum ibu yang harus bahu membahu dengan ayah sebagai WALIDAIN - 1 paket.

Islam menegaskan "Al Umi Madrasatul Ula (Mother is the first School & Educator)". Ibu adalah SEKOLAH PERTAMA & GURU UTAMA bagi anak-anaknya, apapun profesi ibu.

Sudahkah GURU UTAMA menyiapkan jiwa, materi, ilmu, perangkat teknik sesuai tuntunan Allah & RasulNya? Sudahkah ayah membantu tugas mulia & agung menjadi 1 tim yang "Total Football With Knowledge & Values?"

Yang belum nikah, sudahkah mempersiapkan diri untuk bangun generasi unggulan atau tetap dengan BAKAT ALAM sejadinya? #UstadAntonioSyafi'i

Ternyata jadi orang tua itu tidak semudah yang dibayangkan. Karena harus memiliki bekal ilmu yang cukup dalam mengemban amanah Allah mendidik anak-anak yang dititipkan. Semoga kita diberikan keluasan ilmu dan rizki dalam mendidik anak-anak yang diamanahkan pada kita. Rajin-rajin datang ke Majelis Ilmu atau ikuti Kajian-Kajian Ilmu, agar Allah tambahkan ilmu kita, semoga bermanfaat dunia akhirat. Aamiin

Bagi yang belum diamanahkan anak, jangan berkecil hati. Karena masih banyak amanah Allah yang bisa kita jalankan. Masih banyak anak-anak terlantar, yatim dan dhuafa yang bisa kita bantu baik secara pendidikan, maupun kebutuhan hidupnya. Tak perlu mencari yang jauh-jauh, cukup di sekitar kita saja. Mulai dari keluarga yang terdekat.

Thursday, May 02, 2013

Ketika Hidup Harus Memilih

Terima kasih Ya Rabb, Kau beri kesempatan padaku untuk bisa bergabung dan menggali ilmu di tempat yang saat ini. Dengan lingkungan yang sangat Islami. Membaca doa & tilawah pagi setiap harinya.




Ramai-ramai ke masjid untuk shalat jama'ah di awal waktu. Bersama-sama menambah hafalan Al Qur'an. Mengikuti Kajian Jum'at bersama Kiyai Kosasih. Persaudaraan yang indah, kebersamaan yang luar biasa. Tim yang hebat dengan pimpinan tim yang luar biasa.





Saya pasti akan merindukan saat bersama kalian. Canda, tawa dan semuanya. Terima kasih sahabat untuk ilmu dan segalanya. Tapi hidup adalah pilihan, dan saya harus memilih untuk berjuang di tempat yang baru dengan tim yang baru. Semoga Allah tetap eratkan ukhuwah diantara kita. I will miss you all. Maaf lahir bathin ya temans.

Monday, April 29, 2013

Ketika Allah Mengambil Nikmat Sehat Darinya


Akhir-akhir ini ibu sering sakit-sakitan. Sampai panggil dokter ke rumah, tapi pusing di kepalanya tidak juga sembuh. Akhirnya kami memutuskan untuk membawa ibu ke RS. Senin malam, tanggal 22 April bertepatan dengan hari lahirku, kami bawa ibu ke RS Medika Lestari Ciledug. Sedih rasanya melihat ibu lemah tak berdaya. sejak malam itu, aku, kakak & keponakanku bergantian menjaga ibu di RS.

Sempat begadang selama ibu di RS. Mungkin kalau di VIP pasien bisa istirahat total, berhubung kami di kelas 3 jadi ibu juga tak bisa istirahat total. Malah sering bicara yang mengacau. Menyebut guru ngaji dan teman dokternya yang sudah almarhumah. Makin sedihlah kami anak dan cucu dibuatnya. Setiap kali bicara mengacau, aku minta ke ibu untuk istighfar dan shalawat. Tapi malah dimarahin, katanya "dari tadi udah istighfar & shalawat, emangnya harus teriak-teriak." Subhanallahu, tak pernah ibu seperti itu.

Selama bergantian menjaga ibu di RS, aku ikut merasakan betapa mahalnya nikmat sakit. Ibu dirawat di kamar 208. Alhamdulillah, dokter dan perawat disana selalu sigap kalau dibutuhkan.

Sabtu siang, 27 April 2013 ibu diijinkan pulang. Alhamdulillah senang rasanya ibu kembali ke rumah. Tapi ibu masih mengacau saja omongannya. Satu omongan ibu yang membuat tangisku meledak "siapin plastik diisi beras untuk dikasih anak yatim." whuuuuaaaaaaaaa Langsung aku berwudhu, sholat dengan isakan tangis dan memohon pada Allah. "Ya Allah Yang Maha Baik, tolong jangan ambil ibuku dulu sebelum ia melihatku hidup bahagia bersama suami dan anak-anakku."

Aku dengarkan murrotal ruqiyah dari hape di telinga kirinya sampai Minggu pagi. Alhamdulillah sudah tidak mengacau lagi. Bangung tidur, ibu minta mandi dan keramas. Tadi pagi juga sudah mulai berjemur di teras. Semoga ibu bisa segera pulih.

Terima kasih ya Allah untuk kasih sayangMu. Terima kasih atas malaikat-malaikatMu berupa saudara, kerabat, sahabat dan teman-teman yang penuh perhatian dan doa tulus untuk kesembuhan ibuku. Tolong limpahkan berkah, rahmat dan ridhoMu kepada mereka. Sehatkan jiwa raga mereka, bahagiakan dan sejahterakan mereka dunia akhiratMu. Kalian sungguh membuatku terharu.