Beliau adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Seorang remaja Quraisy paling menonjol, paling tampan dan paling bersemangat. Beliau adalah pemuda Mekah yang menjadi sanjungan semua orang. Biasa dikenal dengan nama Mush’ab Al Khair. Sebelum masuk Islam, pakaiannya ibarat bunga di taman, menebarkan aroma wewangian. Semua itu ditanggalkannya demi cintanya pada Allah dan RasulNya.
Alkisah suatu hari ibunya mengusir Mush’ab Umair dari rumah karena tahu bahwa dirinya telah masuk Islam. “Pergilah sesuka hatimu. Aku bukan ibumu lagi.” Mush’ab menghampiri ibunya dan berkata, “wahai ibu, aku sangat sayang kepadamu. Karena itu, bersaksilah bahwa tiada Tuhan selain Allah & Muhammad utusan Allah.”
Ibunya menjawab dengan penuh amarah, “demi binta gemintang, aku tidak akan masuk Islam. Otakku bisa rusak dan buah pikiranku tak akan diindahkan orang lain.”
Mush’ab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang dimiliki orang tuanya, memilih hidup miskin dan kekurangan. Jiwanya yang telah dihiasi akidah suci dan cahaya Illahi, mengubah dirinya menjadi seorang manusia yang dihormati, penuh wibawa dan disegani.
Berbekal kecerdasan dan akhlak mulia yang dikaruniakan Allah padanya, Rasulullah menugaskannya untuk mengajar agama Islam pada orang-orang Anshar yang telah masuk Islam.
Dengan sifat zuhud, kejujuran dan keikhlasan, ia berhasil memikat hati penduduk Madinah hingga mereka berduyun-duyun masuk Islam. Saat ia datang ke Madinah, jumlah orang Islam hanya 12 orang. Pada musim haji berikutnya, kaum Muslimin Madinah mengirim rombongan berjumlah 70 orang untuk menemui Nabi.
Itulah sebabnya beliau mendapat gelar, Duta Islam yang pertama.
Thursday, February 02, 2012
Mush’ab Bin Umair, Duta Islam Yang Pertama
Monday, January 30, 2012
Menaklukkan Kulit Buaya
Thursday, January 26, 2012
Abu Dzar Al Ghifari, Orang Yang Paling Jujur
Beliau adalah orang ke-5 atau ke-6 yang masuk Islam. Nama aslinya Jundub bin Junadah. Orang yang berkarakter pemberani dan revolusioner. Orang yang sangat jujur, kejujurannya terpancar dari hatinya. Kejujuran yang bersumber dari keyakinannya.
Alkisah suatu hari ia ditawari menjadi Gubernur Irak. Ia menjawab, “tidak. Demi Allah, kalian tidak akan berhasil merayuku dengan dunia kalian ini.”
Pada kesempatan lain, seorang kawan melihatnya memakai jubah using. Orang itu berkata, “bukankah kamu punya baju lain? Beberapa hari yang lalu aku melihatmu punya 2 baju baru.” Abu Dzar menjawab, “kawan, 2 baju itu sudah kuberikan kepada orang yang lebih membutuhkan.”
Orang itu berkata, “demi Allah, kamu jugan membutuhkannya.” Abu Dzar menjawab, “ya Allah, ampunilah kami. Kawan, tidakkah kamu lihat saya sedang memakai jubah ini? Aku punya 1 lagi untuk shalat Jum’at. Aku punya seekor kambing perah dan seekor keledai tunggangan. Nikmat apalagi yang lebih besar dari yang kita miliki?”
Pada suatu hari ia duduk menyampaikan sebuah hadist, Rasulullah berpesan 7 perkara kepadaku:
1. Aku disuruh mencitai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka;
2. Aku disuruh melihat orang yang lebih rendah dariku dan tidak melihat orang yang berada diatasku;
3. Aku disuruh untuk tidak meminta pada orang lain;
4. Aku disuruh menyambung silaturahmi;
5. Aku disuruh mengatakan yang benar meskipun pahit;
6. Aku disuruh untuk tidak takut pada cercaan siapapun ketika menegakkan agama Allah;
7. Aku disuruh banyak mengucap, “Laa haula walaa quwwata illaa billah (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Dirangkum dari buku 60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW karya Khalid Muhammad Khalid.




