Friday, October 11, 2013

Balasannya Langsung & Berlipat

Beberapa hari yang lalu saya menginformasikan "Sedekah utk asrama santri putri yuk temen2, perlu perlengkapan & tempat tidur supaya bulan depan bisa menerima santri putri penghafal Qur'an. Hub sy ya", di salah satu akun media sosial. Lalu ada pesan yang masuk ke inbox saya: "Aslm mbak Linda, saya mau sedekah u Santri putri, mngkin gak banyak". Langsung saya balas pesannya dengan memberikan no rekening tujuan beserta no call center untuk konfirmasi sedekahnya.

Keesokan harinya sebut saja "fulanah" kirim pesan lagi ke inbox saya, "Aslm mbak Linda, sy mo cerita (Cuma sm mbak Linda Aja) setelah Tt kemaren sebenernya saldo rekeningq tinggal 200rb, sempet ragu u Tt, takut gak cukup sampe akhir bln, tp kupaksakan. Dan mmg benar hr ini Allah menggantikannya berkali2 lipat, alhamdulillah. Allah mmg pasti memenuhi janjiNya,.. Insya Allah sy bersedia jd donatur, semoga bertambah banyak anak2 yg hafidz qur'an. Mohon sampaikan Salam sy kepada mereka, minta tolong Sematkan Nama sy di setiap doa mereka ya".

Saya baca pesannya di inbox melalui gadget, merinding ketika membacanya. Subhanallahu, Allah memang selalu menepati janjinya dan balasannya juga langsung berlipat-lipat.

Saya juga ada pengalaman serupa hari ini, Jum'at ini waktunya pulang ke rumah ibu. Saatnya menghabiskan libur akhir pekan bersama ibu & ponakan. Ada salah satu ponakan saya yang sepatu sekolahnya sudah tidak layak pakai. Tapi karena dia cinta sama sepatu itu, dia tetap pakai sepatu itu ke sekolah. Miris rasanya liat sepatu "abang", begitu panggilan sayangnya robek. "Abang, pakai sepatu yang warna hitam aja ya, yang coklat udah robek." "Abang nggak mau budeh, abang maunya pake sepatu ini aja (sambil menunjuk sepatunya yang robek)" Ya Allah semoga Kau limpahkan rizki untukku agar bisa membahagiakan ibu & keluarga besarku. Aamiin

Dua minggu yang lalu ketika saya pulang ke rumah, saya belikan sendal untuk abang. Loh sepatunya yang robek kok malah dibeliin sendal? Iya abang sendalnya juga putus, ini anak kakinya nggak awet pake sendal. Beli sepatunya insya Allah kalo ada rejeki. Sekarang beliin sendal dulu. Tapi sayang ukurannya kebesaran, jadi dipakai kakak sepupunya yang kebetulan pas sama ukuran sendalnya. Nah pagi ini saya niat mau belikan sendal pengganti untuk abang (kasian masa main nyeker alias bertelanjang kaki). Padahal duit yang saya miliki juga terbatas sampai akhir bulan, tapi saya ingat ketika tadi pagi bincang-bincang sama ibu kost "sedekah terbaik itu ke keluarga terdekat dulu." Pikir saya, semoga ada orderan lagi yang datang.

Belum juga saya belikan sendalnya, Allah langsung membalas niat baik saya. Seorang sahabat yang dulu satu pengajian dengan saya, menginformasikan kalau pengajiannya minta diajarkan merajut. Subhanallahu, Allahu Akbar, merinding dan mau menangis rasanya dapat kabar itu. Sujud syukur padaMu Ya Rabb. Baru juga berniat baik, langsung dibalas dan berlipat-lipat balasannya.

Nah mumpung hari Jum'at, hari istimewa. Yang punya niat baik segera dilaksanakan, yang belum bersedekah segera ditunaikan. Jangan pernah menunda untuk berbuat baik. Betapa bahagianya jika bisa berbagi. Hidup semakin bersemangat. Selamat menebar manfaat ya sobats.

Nggak ada maksud riya dengan postingan ini, semoga bisa diambil ibrohnya.
Gambar: google

1 comments:

oness fee said...

mampir di blog baru ane ya sob , , ,

http://onspe.blogspot.com/2013/10/about-me.html