Terkadang kita ingin membagi kegelisahan yang kita rasakan pada seseorang yang kita percayai, yang kita anggap dia akan memberikan kata-kata yang membuat hati adem di kala kita sedang emosi. Tapi kenyataannya berbeda.
Orang yang kita pilih dan kita harapkan bisa meredam emosi kita, malah balik menyerang dan mengatakan bahwa kita telah menyindirnya. Apalagi sampai keluar kata-kata, "percuma selama ini sholat!"
Allahu Rabbi, tak pernah ada maksud menyindir siapapun. Hanya berusaha untuk mengingatkan dalam kebaikan. Jika apa yang kulakukan selama ini tidak berkenan di hati, mohon maaf. Aku tidak akan pernah mengingatkan lagi. Aku tidak akan berbagi apa yang kurasa.
Memang hanya Allah satu-satunya tempat bersandar
Ia tak pernah menyerang balik orang yang selalu datang mengeluh padaNya
Ia tak pernah membuat emosi orang yang selalu datang meminta pertolongan padaNya
Ia selalu memberikan jalan keluar terbaikNya, kepada mereka yang selalu datang memohon padaNya
Ia selalu menentramkan dan memberi ketenangan jiwa-jiwa yang selalu datang bersimpuh padaNya
Ya Rabb, jangan pernah tinggalkan hambaMu. Ijinkan aku selalu dekat denganMu. Jangan biarkan aku menjauh dariMu. Aku selalu butuh belas kasihMu.
Doa Nabi Musa: "Allaahumma lakal hamdu, wa-ilaikal musytakaa, wa-antal musta'aan, laa hawla walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adziem (Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Kpd-Mu saja kami mengeluh, mengadu, cerita, curhat, bersandar, berharap, bergantug, memohon.)"
Wednesday, January 11, 2012
Hanya Allah Tempat Bersandar
Monday, January 09, 2012
Cardigan Bayi Pelangi
Tuesday, January 03, 2012
Film Di Bawah Lindungan Ka'bah
Film pertama yang kutonton di awal tahun 2012. Akting para pemainnya benar-benar mengesankan. BRAVO!
Sebuah film yang dibuat berdasarkan Novel karya Buya Hamka. Menceritakan tentang kisah percintaan 2 anak manusia yang tidak bisa bersatu karena perbedaan status sosial. Dilatar belakangi oleh adat dan budaya Minang yang sangat kental.
Walau keluarga mereka Zaenab (Ladya Cintia Bella) dan Hamid (Herjunot Ali) tidak merestui hubungan mereka, tapi mereka yakin jika Allah berkenan, mereka pasti akan bersatu.
Hamid, putra dari Yenny Rachman seorang asisten rumah tangga di salah satu rumah keluarga terpandang. Hamid anak yang soleh, cerdas, tutur katanya baik, sikap dan tingkah lakunya sangat sopan. Ia jatuh hati pada Zaenab, salah seorang putri dari keluarga terpandang Engku Jafar (Didi Petet) dan Widyawati.
Ibunya Hamid sudah melarangnya untuk tidak mencintai Zaenab, karena perbedaan status sosial mereka. Tapi Hamid tetap gigih mencintai Zaenab. Hingga ia terkena hukuman dibuang keluar kampung, karena memberi nafas buatan untuk Zaenab yang tenggelam di sungai. Menurut tetua adat disana, perbuatan Hamid melanggar norma agama, karena berbuat hal yang tidak pantas di depan umum.
Hamid dengan ikhlas menjalani hukuman, karena kebesaran cintanya pada Zaenab mengalahkan hukuman yang harus ia jalani. Zaenab sudah dijodohkan dengan salah seorang putra kerabatnya. Dengan alasan, agar kekayaan yang mereka miliki tidak jatuh ke tangan orang lain.
Ketulusan, keikhlasan dan keyakinan mereka berdua mampu menyatukan keduanya di jalan Allah. Subhanallah...
Tak ada yang bisa menghalangi kuasa Allah. Apa pun bisa terjadi berdasarkan kehendaknya.
Badai air mata turun ketika melihat Hamid diludahi penduduk kampung. Ketika Emaknya Hamid meninggal. Dan banyak adegan lain yang membuat badai airmata.
Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari film ini:
"Tidak semua orang suka dengan perbuatan baik yang kita lakukan, tapi jangan pernah berhenti berbuat baik."
"Jangan pernah merasa sendiri hidup di dunia ini, karena Allah beserta malaikatnya selalu bersama kita."
"Yakinlah hanya pada Allah, karena hanya Dia yang Maha Segalanya."


