Thursday, September 08, 2011

Film Recommend and No Recommend

Libur Lebaran kemarin menghabiskan waktu dengan nonton film-film karya anak negeri. Kabayan Jadi Milyuner dan Lost In Papua.

Kabayan Jadi Milyuner berkisah tentang seseorang yang berusaha menyelamatkan sebuah pesantren dari orang yang ingin menyulapnya menjadi perumaha mewah.

Kabayan (Jamie Aditya) sempat tergoda dengan rayuan Nyi Iteung (Rianti Cartwright) sehingga menandatangai surat perjanjian yang disodorkan tanpa membacanya terlebih dahulu. Alhasil Kabayan harus kerja keras mengambil kembali Pesantren Assalam dari tangan Bos Rocky (Christian Sugiono).

Ditemani sahabatnya Armasan (Amink), Kabayan berjuang mengembalikan pesantren dari tangan Bos Rocky. Karna kegigihan mereka berdua, akhirnya tidak hanya pesantren yang bisa direbutnya tapi juga Kabayan berhasil menaklukkan Iteung.

Film yang layak ditonton, komedinya menyegarkan, banyak kritik sosial di dalamnya.

***

Film ke-2 yang kutonton, Lost In Papua. Awalnya memilih film itu karena kupikir akan mendapatkan info tentang kekayaan alam atau budaya di Papua. Ternyata dugaanku salah. Filmnya pake adegan berdarah-darah dan hiiiiiii... serem, horor filmnya.

Film ini berkisah tentang seorang wanita muda, Nadia (Fanny Fabriana) yang ditugaskan oleh pimpinannya Pak Wijaya (Didi Petet) ke Papua. Awalnya Nadia keberatan ditugaskan ke Papua, tapi akhirnya mau tak mau dia terpaksa menerima tugas yang diberikan bosnya itu.

Nadia berangkat ke Papua membawa sebuah titipan cinderamata dari kakeknya (Piet Pagau) untuk kepala suku Korowai yang pernah menyelamatkan nyawanya di masa perjuangan lalu. Nadia yang baru pertama kali datang ke Papua, jatuh cinta dengan keindahan alamnya. Namun dibalik itu, misteri hilangnya Rangga masih terus membayangi Nadia. Rangga (Edo Borne) beserta timnya menjalankan sebuah misi eksplorasi mencari titik tambang. Tanpa mereka sadari telah memasuki wilayah terlarang yang dikenal dengan sebutan RKT 2000. Tak berapa lama, terjadilah sebuah petaka yang menyebabkan hilangnya anggota tim satu persatu.

Akhirnya Nadia merencanakan untuk mencari Rangga. Perjalanan Nadia dkk menuju suku Korowai tidaklah mudah, di Papua David (Fauzi Badillah) yang pernah di campakkan Nadia, masih terus mengejar Nadia dengan segala cara. Dalam keputus-asaan, mereka menemukan sebuah perkampungan suku primitive yang semua penghuninya perempuan. Di suku inilah, Nadia mengetahui kalau Rangga tiga tahun lalu pernah ditangkap oleh suku ini.

Di perkampungan itulah adegan horor dimulai, David, Ebi & Sobu sebagai tawanan laki-laki diperkosa oleh penduduk suku tersebut. Mereka bertiga dipaksa melayani 15 orang secara bergantian. Ternyata Nadia mendapat perlakuan yang sama, dia juga diminta melayani kepala suku primitive tersebut. Akhirnya mereka berlima (Nadia, Merry, David, Ebi dan Sobu) tidak tahan dengan perlakuan suku primitive itu. Mereka berlima melakukan perlawanan. Dan satu per satu mati kena anak panah, tinggal Nadia yang berhasil selamat karena bantuan dari seorang penduduk suku Korowai yang datang menyerang suku primitive itu.

Dengan memberi hidup pada alam, maka alam akan memberi hidup pada kita [Lost In Papua]

Foto dari google

3 comments:

MJ said...

Jarang banget nonton film indonesia.. tapi kalo ada recommend gini jadi penasaran juga..
Salam kenal. nice blog, aq follow ya mbak..

Linda said...

aq malah pecinta karya anak negeri
kembali kasih, salam kenal juga :)

idla said...

iya. lebaran kemaren tipi2 menyenangkan..