Wednesday, December 08, 2010

Sunday Morning Di Monas


Minggu (051210) aku mengajak 2 ponakanku (Alfi dan Rafif) dan mamanya (kakak pertamaku) berkeliling ke Monas. Rencana ini berawal ketika Rafif melihat bagian atas Monas dari kamar kost-ku. Dan aku bilang, "yuk kita ke Monas." Rafif senang sekali mendengarnya.

Rencananya berangkat dari rumah jam 06.30, tapi 2 jagoanku belum selesai. Akhirnya jam 06.45 baru berangkat. Perjalanan lancar, hanya saja jalan dari Sudirman ke arah HI ditutup. Jadi Patas AC yang kami tumpangi belok kiri dari arah Dukuh Atas. Dan muncul di daerah Cikini.

Waduh, bakal jalan jauh nih (pikirku). Bener aja, kami diturunkan di stasiun Gambir. Dan kami berempat terpaksa jalan menuju pintu gerbang yang bersebelahan dengan Stasiun Gambir. Kami Tiba disana sekitar jam 08.00 dan masih banyak yang berolah raga. Kami bergegas menuju lokasi TUGU MONAS.

Tapi sayang, pintu pagernya belum ada yang dibuka. Ketika kami berbalik ke arah pintu masuk, untuk mencari sarapan. Aku melihat ada beberapa orang yang sudah berada di sekitar Tugu Monas. Aku langsung mengajak pasukan berbalik ke arah Tugu Monas. Kami beramai-ramai dengan pengunjung yang ada disana, mencari pintu masuk.

Pfiuuuuuuuuuuuh... bener-bener melelahkan. Tapi aku senang melihat ekspresi keceriaan di wajah Alfi dan Rafif. Jadi kami tetap semangat mencari pintu masuk. Hampir saja putus asa karena tidak juga menemukan pintu masuk, karena lumayan jauh berkeliling. Akhirnya seorang pedagang minuman memberitahu kami dimana arah pintu masuk.

Ternyata lokasinya di tengah-tengah. Kami harus menuruni puluhan anak tangga untuk menuju loket masuk area Tugu Monas. Antriannya bener-bener panjang. Setelah mendapat tiket, kami bergegas menuju pelataran Tugu Monas dan membeli tiket untuk naik ke Puncak Tugu Monas. Setelah itu kami harus antri panjang untuk bisa naik ke puncak Tugu Monas.

Lumayan lama nunggunya, sekitar 1 jam baru dapat giliran naik. Herannya, tugu setinggi itu kok hanya terdiri dari 3 lantai ya?

Sampai diatas, anginnya dingin sekali. Tapi kami tidak lama diatas, karena kasian sama 2 jagoan yang belum sarapan. Setelah itu, kami turun di lantai 2 dan berkeliling di sekitar Monas.

Setelah lelah berkeliling dan tak sanggup lagi menahan lapar dan teriknya mentari. Kami memutuskan mencari tempat makan. Kata seorang teman, di Monas lagi ada acara kuliner Sabtu dan Minggu. Sama halnya seperti mencari pintu masuk, mencari pintu keluar pun benar-benar membuat kami kelelahan. Alhamdulillah ketemu juga tempat kulinernya.

Tips jika berlibur ke Monas:
- Jangan lupa membawa payung atau topi.

Monas bisa menjadi pilihan liburan yang murah meriah di daerah Jakarta.

Tiket masuk pelataran Monas: Dewasa Rp. 2.500,- dan anak-anak Rp. 1.000,-
Tiket naik ke puncak Tugu Monas: Dewasa Rp. 7.500,- dan anak-anak Rp. 2.500,-

Sayangnya disana kurang informasi dan marka jalan untuk menuju pintu masuk dan pintu keluar.

2 comments:

idla said...

ah setuju, kurang marka ..

btw, perdana ke Monas justru pas udah nikah, diajakin istri hahaha.. agak telat ya?

Linda said...

gak ada kata telat Di :)
udah keliling kemana aja?