Monday, September 24, 2007

Maksud Hati Buka Puasa Di Bandar Djakarta

Sabtu kemaren dah semangat 45 ngajakin Firman, Hani, Doqi & Erwin untuk buka puasa bersama di Bandar Djakarta. Hanya dengan bermodal hasil browsing hari Jum'at. Sabtu sore sekitar jam 4, Firman sampe rumah. Dari situ kita langsung meluncur ke rumahnya Hani. Berangkat dari rumah Hani sekitar jam 5 sore, dan jalanan di depan gang rumahnya Hani muacet rek. Firman melajukan mobilnya ke arah Slipi untuk jemput Doqi & Erwin. Setelah itu kita langsung meluncur ke Ancol.

Ini pertama kali kita ke Bandar Djakarta, jadi tiap kali ketemu orang pasti nanya dimana lokasinya. Setelah beberapa menit Adzan maghrib berkumandang, sampailah kami di Bandar Djakarta. Kita dah semangat banget. Ternyata waiting list sampe nomor 117. Wuiiiiiiiih gak kebayang deh naga dalam perut kami bisa ngamuk kalo nunggu sampe selama itu. Gak taunya kudu reservasi sebelumnya. Akhirnya dengan sangat terpaksa kami mencari tempat makan lain di Ancol, karna sayang dah mahal-mahal bayar tiket masuk bo

Setelah bertanya sana sini, akhirnya sampailah kami di Jimbaran Resto. Suasana tempat makannya bener-bener di pinggir laut. Tiap meja terdiri dari 5 kursi yang diberi cahaya sebuah lilin dalam botol kaca. Di sekitar meja terdapat banyak pohon kelapa batangnya dililit oleh kain khas bali berwarna putih hitam. Di salah satu sudut ada sebuah panggung pertunjukan.

Sebelum menuju meja, kami diminta untuk memilih menu. Menu yang kami pilih, kepiting telur, udang asam manis, ikan kwe lada hitam, cumi goreng tepung, dilengkapi dengan 3 macam sambal. Setelah itu kami menuju salah satu meja yang berada di tengah-tengah. Lumayan lama menunggu pesanan sampai ke meja. Sambil menunggu pesanan datang, kami dihibur oleh tarian khas Bali.

Hmmmm ternyata ada yang mabok kepiting bo. Katanya perutnya dijapit sama kepiting Tapi masih penasaran bo sama Bandar Djakarta. Setelah selesai memuaskan rasa lapar yang mendera. Kami pun sempat mampir ke Ancol. Dan pemandangan disana adalah lautan manusia yang sedang terkena gelombang cinta *dzigh*

0 comments: