Friday, August 12, 2011

Pedagang Kerupuk Tunanetra


Pertama tahu mengenai pedagang kerupuk yang tunanetra dari acara Nikmatnya Sedekah oleh Ustad Yusuf Mansyur. Sejak itu aku selalu berniat untuk membeli kerupuk dari mereka. Aku pikir hanya seorang saja yang jualan kerupuk, ternyata banyak sekali. Jadi aku tidak perlu susah-susah mencarinya.

Subhanallah, walau hidup dalam keterbatasan fisik, tapi semangat mereka untuk menjalani hidup patut diacungi jempol. Mereka tidak memanfaatkan keterbatasannya untuk menarik belas kasih orang lain. Seharusnya orang-orang yang diberi kesempurnaan, belajar dari mereka. Biar nggak makin banyak pengemis di negeri ini. Biar nggak makin banyak pengangguran di negeri ini.

Semalam, sepulang dari ketemu dokter, aku mampir ke Supermarket dekat rumah. Dan kulihat seorang pedagang kerupuk yang tuna netra. Aku bergegas menghampiri dan membeli dagangannya. Walau tidak banyak, tapi aku lebih senang berbagi rejeki dengan mereka. Ketimbang dengan para pengemis yang berbadan sehat. Berikut percakapanku semalam dengan ponakanku yang pertama:

Utha: "Tante, tadi beli kerupuk sama orang buta ya?"
Aku : "Iya, kasihan lihatnya."
Utha: "Emangnya dia tahu duit yang diterimanya?"
Aku : "Wallahu'alam kak, biasanya orang yang buta matanya, mata bathinnya nggak buta."
Utha: "Gimana tuh kalau ada yang nipu?"
Aku : "Insya Allah, Allah akan selalu melindungi orang-orang seperti mereka. Yang selalu berusaha walau hidup dalam keterbatasan."
Utha: "Allah itu Maha Pengasih ya tan, orang buta aja bisa dapet rejeki."
Aku : "Makanya kita yang sehat harus lebih rajin dari mereka, dan malu kalau cuma nyari belas kasih orang lain."

Allahumma Ya Allah, tolong bimbing dan tuntun kami menjadi orang-orang yang bermanfaat di dunia dan di akhiratMU. Tolong bukakan mata dan hati kami agar selalu menjadi hambaMu yang penuh cinta dan kasih sayang. Tolong jadikan kami, hambaMu yang bisa memberikan manfaat bagi sesama. Tolong bahagiakan kami di duniaMu dan selamatkan kami di akhiratMu. Terima kasih Ya Rabb. Aamiin aamiin Allahumma aamiin.

Foto dari google

3 comments:

Nadia Meutuah said...

waaah SubahanAllah ya mbaaaa, tapi aku belum pernah lho melihat orang jualan krupuk yang tuna netra,,,,

Salut buat semangat hidup mereka ya mba Linda...

Mba Linda apakabar? met puasa mba...

Linda said...

iya salut banget say, sementara sekarang yg berbadan sehat lebih memilih jadi peminta2
Alhamdulillah kabar baik say, met puasa jg

abizayra said...

Subhanallah, Harusnhya ini menjadikan kita berkaca diri. Sudah seberapa kuatkah kita menerima ujian hidup ini. Ijin ambil Pic-nya ya sist?.