Showing posts with label Duka Cita. Show all posts
Showing posts with label Duka Cita. Show all posts

Monday, January 17, 2011

Selamat Jalan Mami Dokter


Sabtu malam aku mendapat kabar dari kakak pertamaku bahwa salah seorang dokter langganan keluarga kami, mami Rose biasa kami memanggilnya, pergi untuk selama-lamanya.

Mami Rose adalah dokter yang membantu kelahiranku, adikku, ponakanku no. 2, 5 dan 6. Dokter yang biasa menanganiku ketika aku sakit. Dokter yang biasa menangani sakit rematik dan darah tinggi ibuku.

Beliau sangat baik pada keluarga kami, sehingga kami selalu mendapatkan harga spesial darinya. Tak jarang ia memberikan obat secara gratis untuk ibuku. Tearkhir membeli obat untuk ibu, kesehatan beliau memang agak memburuk. Dan beberapa minggu yang lalu sempat dirawat di RS.

Selamat jalan mami Rose, semoga Tuhan memberikan tempat terbaik untukmu disana. Kami sekeluarga sangat kehilangan sosok dokter sepertimu.

Wednesday, July 21, 2010

Allah Telah Mengangkat Deritanya

Kisah seorang suami berusia +/- 65 tahun yang mengidap penyakit komplikasi: diabetes, ginjal (dan entah penyakit apa lagi) selama +/- 1 tahun. Setiap minggunya harus menjalani cuci darah. Ternyata istrinya pun mengidap kanker kelenjar getah bening, yang menurut diagnosa dokter sudah mencapai stadium tinggi.

Tapi karena cintanya pada suami, istrinya mengalah untuk tidak melakukan pengobatan medis. Karena hampir seluruh hartanya habis untuk membiayai pengobatan suaminya. Sambil menahan rasa sakit yang di deritanya, ia tetap merawat suaminya dengan penuh cinta.

Ternyata Tuhan begitu sayang pada istrinya, hingga hari Jum'at 9 Juli lalu ia menghadap ke haribaanNYA. Ketika istrinya meninggal, suaminya berkata "aku ingin ikut istriku, pergi menghadapNYA."

Hari ini, Rabu 21 Juli, suaminya pergi menyusul ke haribaan Tuhan. Allah telah mengangkat semua penyakit yang ada di tubuhmu. Allah angkat semua deritamu.

Semoga Allah mengampuni semua dosamu, menerima semua amal ibadahmu. Menerangi dan melapangkan kuburmu. Dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisiNYA.

Selamat jalan "Lek", salam kangen untuk bapak yang sudah 6 tahun berada disana dan kembaranku yang selama ini belum pernah kulihat wajahnya.

Monday, October 27, 2008

Kenangan Terakhir

Jum'at malem pulang dari W3, ibu ngasih kabar kalo salah satu adeknya bapak di rawat di RS kena stroke. Innalillahi....

Ya udah bu, insya Allah minggu kita besuk. Kalo Sabtu jadwal Linda padet.

Seperti biasa Sabtu pagi rutinitasnya ke bendhil (rumah kakak yang nomor 2). Sampe sana sempet ngabarin dan ngajak besuk juga. Rencananya besuk Minggu pagi. Sebelum dzuhur, kakak malah ngajakin kesana Sabtu ini juga. Ya wes telp mbak yang cantik dan mempesona untuk absen ketemu sama dia hari itu. Habis dzuhur dapat kabar kalo om dah meninggal. Innalillahi wa inna illaihi roji'un....

Langsung aku & kakak meluncur jemput ibu dan yang lain di rumah trus lanjut ke rumah om di tanah 100 daerah Ciledug. Sampai rumah duka, aku tak mampu membendung derasnya air mata. Wajah om-ku yang ini mirip sekali sama bapak. Jadi perasaanku campur aduk. Aku malah melihat jenazah itu adalah bapak. Sampai om-ku selesai dikafankan, air mata ini masih banjir.

Kami semua sangat berduka dan merasa kehilangan. Dalam waktu 1 bulan, 2 orang yang biasa menjadi juru bicara keluarga telah berpulang. Yang pertama tgl 2 Oktober 2008 mbah kakung dan kemarin tgl 25 Oktober 2008 om-ku.

Tuhan emang selalu tau apa yang terbaik *nice word dear*

Kenangan terakhir sama om-ku yang ini. Pas Lebaran hari ke-2, beliau datang menjemputku di rumah khusus untuk mengantarku menunjukkan makam ibunya bapak. Padahal sebelumnya, aku tak begitu dekat dengannya. Ternyata itulah antaran om untuk yang pertama dan terakhir.

Makasih ya lek (pak'lek), dah mewakili bapak selama bapak pergi. Makasih untuk segalanya. Maafin Linda ya lek. Pergilah dengan tenang.

Ya Rabb....
Ampunilah semua dosa dan kesalahan om-ku
Terimalah semua amal ibadahnya
Terangi dan lapangkan kuburnya
Tempatkan dia di tempat terbaik di sisiMu
Terima kasih ya Rabb...

Monday, October 20, 2008

Kehilangan Teman Sejati

Sabtu bagiku adalah waktunya silaturahim, mau silaturahim ke sodara, sahabat atau teman. Nah Sabtu (181008) kemarin, aku menemani ibu membesuk salah seorang tantenya bapak (read: mbah putri) yang baru saja dioperasi. Jadi ceritanya waktu Lebaran hari ke-2, aku dapat informasi dari salah seorang adiknya bapak, kalau mbah kakung (om nya bapak) sama istrinya kecelakaan di Jawa ketika mau halal bihalal ke rumah kerabatnya.

Jadi mbah kakung tuh duduk di sebelah supir, tapi dia gak pake seatbelt *bener gak tulisannya?*. Mbah putri duduk di belakang mbak kakung. Trus supirnya ini dalam keadaan capek dan ngantuk. Dia mau nginjak rem, malah nginjak gas dan langsung nabrak pohon besar. Karna mbah kakung gak pake seatbelt jadi kondisinya sangat mengenaskan. Lehernya patah dan langsung meninggal saat itu juga. Innalillahi wa inna illaihi roji'un. Sementara mbah putri kaki kanannya patah di 2 tempat dan mata kaki kirinya pecah. Innalillahi...

Malam itu juga jenazah mbah kakung di bawa ke Jakarta, juga mbah putri ikut ke Jakarta. Karena semua keluarga besar ada di Jakarta. Nah pas lebaran ke-3, mbah kakung dimakamkan. Sayangnya aku ndak bisa menghadiri pemakamannya karna panggilan tugas. Nyesel juga gak bisa liat mbah kakung untuk terakhir kalinya.


Nah waktu kemarin aku gak berani nanya-nanya tentang kecelakaan itu sama mbah putri, takut membuat dia sedih. Aku gak tau gimana perasaan mbah putri ditinggal mbah kakung dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Kemarin kulihat sebutir airmata yang hampir mengering di wajah mbah putri. Aku tak banyak bicara, hanya mengelus-elus kaki mbah putri dan mendoakan agar segera diberi kesembuhan sama Allah...

Mbah putri malah berpesan, udah kerja, udah selesai kuliahnya, gak usah nunggu lama-lama kalo udah ada calonnya. Gak usah cari yang bagus (ganteng), biasanya yang ganteng malah bikin susah. Yang penting setia, jujur dan bertanggung jawab. Amin, doain aja mbah.

Ya Allah, Yang Maha Kasih...
Tolong angkat semua penyakit yang ada pada mbah putri
Tolong beri kesembuhan padanya
Tolong beri kesehatan lahir bathin padanya
Tolong beri kekuatan pada mbah putri
Untuk menghadapi semua cobaan yang menimpa

Ya Rahman... Ya Rahiim...
Ampunilah semua dosa dan kesalahan mbah kakung
Terima semua amal ibadahnya
Lapangkan dan terangilah kuburnya
Tempatkanlah ia di tempat terbaik di sisiMu, ya Rabb
Terima kasih ya Kariim...

Saturday, February 09, 2008

Allah Lebih Sayang Padamu, Nak

Kamis siang sekitar jam 12.35 WIB Kakak pertama ku SMS mengabarkan adik iparku melahirkan putri ke-2nya dalam keadaan prematur. Saat itu aku sedang di Hotel Safari Garden - Cisarua, acara family gathering dari kantor. Pikiranku langsung campur baur saat itu. Di satu sisi aku senang mendapat tambahan ponakan cewek, disisi lain sedih karna ia lahir prematur.

Jum'at siang sekitar jam 11.00 WIB aku baru tiba di kantor langsung dari Cisarua - Bogor. Jam 12.00 WIB, kakak pertama ku SMS mengabarkan putri ke-2 adikku diambil Allah. Innalillahi wa inna illaihi roji'un. Langsung aku ijin sama atasan dan rekan kerjaku untuk pulang. Setelah mendapat ijin, aku langsung bergegas menuju rumah. Saat itu hujan deras sekali, jadi aku pulang naik taxi biar lebih cepat sampe rumah. Sampe rumah dah pada kumpul semua keluarga.

Maafkan ayah dan mama mu ya nak
Maafkan kami

Semoga engkau bisa menjadi jalan
Pembuka hati kedua orang tuamu
Agar lebih dekat dan sayang pada Allah
Karena Allah lebih sayang padamu

Semoga engkau bisa menjadi tabungan

Bagi kedua orang tuamu di akhirat kelak

Monday, November 12, 2007

Selamat Jalan Mbahku Sayang

Sabtu, 10 November 2007 pukul 22.45 WIB

Lima belas menit setelah aku tiba di rumah
Dan hendak merebahkan tubuh ini diatas tempat tidur
Karena letih seharian beraktivitas
Juga tersiram hujan yang mengguyur Jakarta
Allah SWT mengambil mbahku tersayang
Di usianya yang ke-90

Ya Rahman, Ya Rahiim
Ampunilah segala dosa dan kesalahannya
Terimalah semua amal ibadahnya
Lapangkan dan terangilah kuburnya
Ringankanlah siksanya
Tempatkanlah ia di tempat terbaik di sisiMu
Amin

Terima kasih untuk ucapan belasungkawa dan doa dari teman-teman semua. Semoga Allah SWT mengabulkan semua doa kalian.

Terima kasih untuk kamu, yang setia menemani sampai jenazah dikebumikan. Semoga Allah SWT memudahkan dan melancarkan segala urusanmu. Memberkahi hidupmu. Terkabul semua doa dan impianmu. Amin