Showing posts with label Luka Bathin. Show all posts
Showing posts with label Luka Bathin. Show all posts

Monday, October 20, 2008

Kehilangan Teman Sejati

Sabtu bagiku adalah waktunya silaturahim, mau silaturahim ke sodara, sahabat atau teman. Nah Sabtu (181008) kemarin, aku menemani ibu membesuk salah seorang tantenya bapak (read: mbah putri) yang baru saja dioperasi. Jadi ceritanya waktu Lebaran hari ke-2, aku dapat informasi dari salah seorang adiknya bapak, kalau mbah kakung (om nya bapak) sama istrinya kecelakaan di Jawa ketika mau halal bihalal ke rumah kerabatnya.

Jadi mbah kakung tuh duduk di sebelah supir, tapi dia gak pake seatbelt *bener gak tulisannya?*. Mbah putri duduk di belakang mbak kakung. Trus supirnya ini dalam keadaan capek dan ngantuk. Dia mau nginjak rem, malah nginjak gas dan langsung nabrak pohon besar. Karna mbah kakung gak pake seatbelt jadi kondisinya sangat mengenaskan. Lehernya patah dan langsung meninggal saat itu juga. Innalillahi wa inna illaihi roji'un. Sementara mbah putri kaki kanannya patah di 2 tempat dan mata kaki kirinya pecah. Innalillahi...

Malam itu juga jenazah mbah kakung di bawa ke Jakarta, juga mbah putri ikut ke Jakarta. Karena semua keluarga besar ada di Jakarta. Nah pas lebaran ke-3, mbah kakung dimakamkan. Sayangnya aku ndak bisa menghadiri pemakamannya karna panggilan tugas. Nyesel juga gak bisa liat mbah kakung untuk terakhir kalinya.


Nah waktu kemarin aku gak berani nanya-nanya tentang kecelakaan itu sama mbah putri, takut membuat dia sedih. Aku gak tau gimana perasaan mbah putri ditinggal mbah kakung dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Kemarin kulihat sebutir airmata yang hampir mengering di wajah mbah putri. Aku tak banyak bicara, hanya mengelus-elus kaki mbah putri dan mendoakan agar segera diberi kesembuhan sama Allah...

Mbah putri malah berpesan, udah kerja, udah selesai kuliahnya, gak usah nunggu lama-lama kalo udah ada calonnya. Gak usah cari yang bagus (ganteng), biasanya yang ganteng malah bikin susah. Yang penting setia, jujur dan bertanggung jawab. Amin, doain aja mbah.

Ya Allah, Yang Maha Kasih...
Tolong angkat semua penyakit yang ada pada mbah putri
Tolong beri kesembuhan padanya
Tolong beri kesehatan lahir bathin padanya
Tolong beri kekuatan pada mbah putri
Untuk menghadapi semua cobaan yang menimpa

Ya Rahman... Ya Rahiim...
Ampunilah semua dosa dan kesalahan mbah kakung
Terima semua amal ibadahnya
Lapangkan dan terangilah kuburnya
Tempatkanlah ia di tempat terbaik di sisiMu, ya Rabb
Terima kasih ya Kariim...

Friday, August 31, 2007

Ketika Kata-Kata Melukai Hati

Selama ini aku masih bisa memaafkan kata-kata tajam yang terdengar. Tapi kini sudah tak mampu lagi tuk memaafkannya. Darahku mendidih, lidahpun kelu dan air mata pecah. Sakiiiiiit sekali rasanya. Bibirku mungkin bisa memaafkan, tapi hati ini tak mampu untuk melupakan bagaimana sakitnya. Untuk meredam amarah dan luka di hati, aku diamkan pemilik kata-kata itu dan tidak mempedulikannya lagi. Maafkan aku ya Rabb, atas sikapku ini. Aku hanya manusia biasa yang belum dapat membalas kejahatan dengan kebaikan. Aku juga tak mau menjadi orang yang munafik, hanya manis di bibir tapi menikam dari belakang. Aku memilih untuk selalu jujur walau terkadang sangat menyakitkan. Aku hanya membalasnya dengan doa. Semoga hati yang mati, Kau hidupkan. Hati yang gulita, Kau beri cahaya. Dan hati yang membatu, Kau lembutkan. Karena Engkaulah Maha pembolak balik hati.

Biarlah aku hina di mata manusia, asal tidak hina di mata Mu.

Ya Allah luruhkan amarah dan luka di hati ini
Lindungilah aku dari orang-orang yang munafik, syirik, dengki dan keji
Jangan biarkan siapapun mencuri hati ini dari Mu, Ya Rabb
Ya Rabana, lindungilah mata ini agar melihat yang bermanfaat saja
Lindungi bibir ini agar berkata yang bermanfaat saja
Lindungi telinga ini agar mendengar yang bermafaat saja
Lindungi diri ini agar melakukan yang bermanfaat saja
Beningkanlah hati ini, ya Rahiim
Buatlah diri ini menangis hanya karenaMu
Bukan karena rasa sakit hati

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik