Jum'at malem pulang dari W3, ibu ngasih kabar kalo salah satu adeknya bapak di rawat di RS kena stroke. Innalillahi....
Ya udah bu, insya Allah minggu kita besuk. Kalo Sabtu jadwal Linda padet.
Seperti biasa Sabtu pagi rutinitasnya ke bendhil (rumah kakak yang nomor 2). Sampe sana sempet ngabarin dan ngajak besuk juga. Rencananya besuk Minggu pagi. Sebelum dzuhur, kakak malah ngajakin kesana Sabtu ini juga. Ya wes telp mbak yang cantik dan mempesona untuk absen ketemu sama dia hari itu. Habis dzuhur dapat kabar kalo om dah meninggal. Innalillahi wa inna illaihi roji'un....
Langsung aku & kakak meluncur jemput ibu dan yang lain di rumah trus lanjut ke rumah om di tanah 100 daerah Ciledug. Sampai rumah duka, aku tak mampu membendung derasnya air mata. Wajah om-ku yang ini mirip sekali sama bapak. Jadi perasaanku campur aduk. Aku malah melihat jenazah itu adalah bapak. Sampai om-ku selesai dikafankan, air mata ini masih banjir.
Kami semua sangat berduka dan merasa kehilangan. Dalam waktu 1 bulan, 2 orang yang biasa menjadi juru bicara keluarga telah berpulang. Yang pertama tgl 2 Oktober 2008 mbah kakung dan kemarin tgl 25 Oktober 2008 om-ku.
Tuhan emang selalu tau apa yang terbaik *nice word dear*
Kenangan terakhir sama om-ku yang ini. Pas Lebaran hari ke-2, beliau datang menjemputku di rumah khusus untuk mengantarku menunjukkan makam ibunya bapak. Padahal sebelumnya, aku tak begitu dekat dengannya. Ternyata itulah antaran om untuk yang pertama dan terakhir.
Makasih ya lek (pak'lek), dah mewakili bapak selama bapak pergi. Makasih untuk segalanya. Maafin Linda ya lek. Pergilah dengan tenang.
Ya Rabb....
Ampunilah semua dosa dan kesalahan om-ku
Terimalah semua amal ibadahnya
Terangi dan lapangkan kuburnya
Tempatkan dia di tempat terbaik di sisiMu
Terima kasih ya Rabb...
Monday, October 27, 2008
Kenangan Terakhir
Monday, October 20, 2008
Kehilangan Teman Sejati
Sabtu bagiku adalah waktunya silaturahim, mau silaturahim ke sodara, sahabat atau teman. Nah Sabtu (181008) kemarin, aku menemani ibu membesuk salah seorang tantenya bapak (read: mbah putri) yang baru saja dioperasi. Jadi ceritanya waktu Lebaran hari ke-2, aku dapat informasi dari salah seorang adiknya bapak, kalau mbah kakung (om nya bapak) sama istrinya kecelakaan di Jawa ketika mau halal bihalal ke rumah kerabatnya.
Jadi mbah kakung tuh duduk di sebelah supir, tapi dia gak pake seatbelt *bener gak tulisannya?*. Mbah putri duduk di belakang mbak kakung. Trus supirnya ini dalam keadaan capek dan ngantuk. Dia mau nginjak rem, malah nginjak gas dan langsung nabrak pohon besar. Karna mbah kakung gak pake seatbelt jadi kondisinya sangat mengenaskan. Lehernya patah dan langsung meninggal saat itu juga. Innalillahi wa inna illaihi roji'un. Sementara mbah putri kaki kanannya patah di 2 tempat dan mata kaki kirinya pecah. Innalillahi...
Malam itu juga jenazah mbah kakung di bawa ke Jakarta, juga mbah putri ikut ke Jakarta. Karena semua keluarga besar ada di Jakarta. Nah pas lebaran ke-3, mbah kakung dimakamkan. Sayangnya aku ndak bisa menghadiri pemakamannya karna panggilan tugas. Nyesel juga gak bisa liat mbah kakung untuk terakhir kalinya.
Nah waktu kemarin aku gak berani nanya-nanya tentang kecelakaan itu sama mbah putri, takut membuat dia sedih. Aku gak tau gimana perasaan mbah putri ditinggal mbah kakung dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Kemarin kulihat sebutir airmata yang hampir mengering di wajah mbah putri. Aku tak banyak bicara, hanya mengelus-elus kaki mbah putri dan mendoakan agar segera diberi kesembuhan sama Allah...
Mbah putri malah berpesan, udah kerja, udah selesai kuliahnya, gak usah nunggu lama-lama kalo udah ada calonnya. Gak usah cari yang bagus (ganteng), biasanya yang ganteng malah bikin susah. Yang penting setia, jujur dan bertanggung jawab. Amin, doain aja mbah.
Ya Allah, Yang Maha Kasih...
Tolong angkat semua penyakit yang ada pada mbah putri
Tolong beri kesembuhan padanya
Tolong beri kesehatan lahir bathin padanya
Tolong beri kekuatan pada mbah putri
Untuk menghadapi semua cobaan yang menimpa
Ya Rahman... Ya Rahiim...
Ampunilah semua dosa dan kesalahan mbah kakung
Terima semua amal ibadahnya
Lapangkan dan terangilah kuburnya
Tempatkanlah ia di tempat terbaik di sisiMu, ya Rabb
Terima kasih ya Kariim...
