Setiap kali hujan turun
Dengan sangat deras
Dan dalam waktu yang cukup lama
Selalu membuat kami khawatir
Sungai-sungai akan meluap
Membuat genangan air dimana-mana
Bahkan sungai-sungai itu akan pindah
Ke pemukiman para warga
Aktivitas secara otomatis akan terhenti
Sekolah diliburkan
Banyak penyakit mulai menyerang
Mulai dari penyakit kulit hingga diare
Ada apa dengan Negeriku?
Bukankah hujan itu berkah
Bukankah hujan itu rahmat
Tapi kenapa kini menjadi bencana?
Tuhan.....
Tolong selamatkan kami
Tolong selamatkan negeri ini
Tolong selamatkan bangsa kami
Monday, January 30, 2006
Ada Apa Dengan Negeriku?
Wednesday, January 25, 2006
Serial TV Jewel In The Palace
Lagi seneng banget nih ngikutin serial TV Korea yg satu ini. Tadinya kirain ulangan serial OSHIN ternyata bukan euy. Serial TV ini ngasih banyak ilmu tentang pengobatan terutama dengan obat² -an alami juga akupuntur. Sayangnya cuma bisa nonton tiap hari Senin, padahal ditayanginnya Senin-Jum'at jam 17.00-18.00.Sering banget liat iklannya tapi gak pernah minat utk nonton, abis kirain sama aja sama serial TV lainnya. Cuma penasaran aja ada temen cowok yg katanya sering banget mantengin acara tv di Indosiar setiap Senin-Jum'at jam 17.00. Film apa sih, tumben amat dia nonton film, jarang2 nih? Trus pas kebetulan Senin kan gak kuliah, ya udah deh mantengin indosiar jam 17.00, ternyata ini toh yg dia tonton. Waaaaaaaaaah bagus juga nih critanya, beda sama yg laen.
Jadi ada seorang dayang istana yang pinter, dia diajarin tentang pengobatan sama seorang perawat. Dia pinter banget merasakan denyut nadi seseorang dan mengetahui penyakit yang dideritanya. Jang-geum nama dayang istana itu. Waktu ada perampok dari Jepang yang nyerang tempat tinggal orang² Korea, Jang-geum sempet ngobatin seorang komandan Jepang yang kena penyakit usus buntu dan bisa meninggal bila dalam 7 hari tidak diobati. Tadinya Jang-geum sempet nolak untuk ngobatin komandan Jepang itu alasannya karna dia gak berani utk melakukan pengobatan akupuntur yg merupakan pengobatan satu2nya yang harus dijalanin utk memulihkan kondisi sang komandan. Akhirnya dengan ancaman dari perampok Jepang yg ingin membunuh satu per satu tawanan Korea yg ada, Jang-geum terpaksa melakukan pengobatan akupuntur itu pada Komandan Jepang. Ini pengobatan akupuntur pertama kali bagi Jang-geum yang dilakukan pada orang yg sakit dan berhasil. Selain dengan pengobatan akupuntur sang komandan Jepang ini harus minum ramuan obat, oleh sebab itu Jang-geum meminta bantuan beberapa orang temannya yg sudah biasa membantunya meracik obat. Ternyata dalam bungkusan obat yg dibawa temannya itu ada surat dari komandan pasukan, Jeong-ho namanya. Di surat itu dituliskan bahwa Jang-geum harus membalas surat itu dan memberitahukan posisi perampok Jepang saat ini agar Jeong-ho dapat menyelamat rakyatnya dan mengambil kembali kekuasaannya dari tangan perampok Jepang yang menyerangnya saat Jeong-ho dan sebagian besar bala tentaranya pergi. Jang-geum minta ijin pada pimpinan perampok Jepang untuk mengambil sendiri salah satu tanaman yg katanya utk ramuan obat sang komandan. Tadinya gak diijinkan tapi akhirnya Jang-geum diikuti beberapa orang perampok Jepang ke suatu tanah lapang yg disana terdapat tanaman yg dibutuhkan. Selagi para perampok Jepang itu serius mencabuti tanaman itu, Jeong-ho (sang komandan pasukan Korea) dan pasukannya menyerbu mereka. Para perampok Jepang pun lari menyelamatkan diri. Akhirnya Jeong-ho dan pasukannya berhasil menyelamatkan rakyatnya. Tapi sayangnya Jang-geum ditahan dg tuduhan pengkhianatan karena udah nolong komandan Jepang yg sakit.
Ternyata ibu juga rajin ngikutin serial ini loh. Soalnya pas Senin kemaren lagi nonton serial ini sama ibu, trus ibu ngasih tau jalan ceritanya. Kata ibu, serial tv ini bagus. Ada yang lagi rajin ngikutin serial ini juga????
Gambarnya dari sini
Monday, January 23, 2006
Sampai Kapan?
Tujuan utama orang bekerja adalah untuk mencari nafkah. Lalu bagaimana bila gaji yang diterima tak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari. Sudah pasti akan menambah jumlah hutang yang dimiliki. Seringkali mendengar bahwa gaji yang diterima seseorang tak layak karena nominalnya terlalu minim. Dan tak terbayangkan bagaimana mereka yang berpenghasilan minim dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, membayar tagihan-tagihan dan lain sebagainya.
Walau demikian tetap saja mereka yang berpenghasilan sangat minim ini terus menjalani aktivitasnya dan selalu berharap untuk mendapatkan gaji yang jauh lebih baik. Berangkat pagi, pulang malam, penghasilan pas-pas, hutang dimana-mana. Sudah tak asing lagi bagi kita. Yang pasti jika, manajemen tempat mereka bekerja masih belum juga memberikan gaji yang layak, masihkah mereka bekerja dengan ikhlas? Apa masih ada harapan bagi mereka agar dapat mengenyam kehidupan yang jauh lebih baik. Sampai kapan???? Jangan pernah berhenti berdoa teman, Tuhan pasti akan mendengar dan mengabulkan doa kalian. Teruslah berdoa dan berusaha jangan sampai memudarkan semangatmu.

