Tuesday, February 14, 2006

Terapi Pengobatan Dengan Campur Sari

"Nda, tangan gw sekarang udah bisa dilurusin loh. Nih liat deh, kemaren kan gak bisa Nda. Alhamdulillah." Begitu komentar seorang sahabat yg setelah operasi kelenjar gak bisa meluruskan tangan kanannya. Ada urat yg menegang, mungkin agak ketarik.

"Alhamdulillah anak saya sekarang lagi hamil 3 bulan. Padahal divonis sama dokter gak bisa hamil karena ada kista." Cerita seorang bapak yang sangat khawatir ketika anaknya divonis oleh dokter tidak bisa hamil dan bisa hamil dg bayi tabung sebesar 40 juta.

Anak saya kena tumor bawaan, waktu belum dibawa ke Eyang tumornya besar. Sekarang alhamdulillah udah mengecil, kata Eyang gak perlu dioperasi." Cerita seorang ibu yang anaknya (8 bulan) terkena tumor bawaan sejak lahir.

"Suami saya kena stroke udah parah banget sampe gak bisa ngomong, alhamdulillah setelah setiap hari selama sebulan rutin ke Eyang sekarang udah bisa jalan dan ngomong lagi walau masih belum jelas." Cerita seorang ibu dari Pontianak yang datang ke Jakarta untuk mengobati suaminya yg kena Stroke.

"Alhamdulillah.... semenjak pertama kali datang ke Eyang, penyakit jantung saya gak pernah kambuh lagi." Luapan kebahagiaan seorang bapak yang pernah menderita sakit jantung dan sekarang sudah lebih sehat karena tidak pernah kambuh lagi.

"Dek, coba liat bapak itu. Abis direfleksi sama Eyang langsung bisa jalan. Tadi waktu datang dia digotong loh." Kami semua yang ada disitu melihat keajaiban itu.

Masih banyak komentar dan pendapat lain mengenai kesehatan mereka dan orang² yang ada disitu terutama keluarganya yg juga ikut melakukan terapi sama Eyang Agung (begitu panggilan akrabnya). Terapi pengobatan yang sebenarnya sudah umum karena dengan cara refleksi. Tapi yang bikin tidak umum adalah suasana pengobatannya. Disaat pasien antri menunggu, disuguhkan dengan lagu campur sari yang dinyanyikan sendiri sama Eyang Agung. Saat mengobati pasien, Eyang Agung pun sambil nembang campur sari dan berjoget2.

Hal ini membuat para pasien menjadi lebih rileks dan tidak tegang. Bahkan saat melakukan pengobatan pasien dipanggil sebanyak 20 orang. Mereka bisa menyaksikan bagaimana Eyang mendeteksi dan mengobati pasien lainnya. Bagaimana rasanya? Sakit sih, tapi masih bisa ditahan lah. Dan gak perlu sampe nangis. Kalo gak percaya coba aja sendiri. :) Eyang selalu menyarankan untuk berhenti mengkonsumsi obat2an dari dokter, jangan lupa minum jahe merah dan madu yg bisa didapat di tempatnya.

Berapa biayanya? Eyang bilang tidak diwajibkan, tapi bagi yang mampu alangkah lebih baiknya untuk berbagi dg mereka yang membutuhkan. Karena uang yang diberikan oleh para pasiennya itu dikembalikan kepada mereka yang membutuhkan. Subhanallah... sungguh mulia Eyang, sudah membuat orang sakit jadi sehat masih juga beramal. Hanya Allah yang bisa membalas semua amal baik Eyang.

Sejak 21 September 2005 saya berobat ke tempat Eyang, awalnya saya hanya ingin sakit maag yg sudah parah ini sembuh karena udah capek setiap kali kambuh. Ternyata gak hanya sakit maag yg disembuhin sama Eyang, penyakit lain yg sebelumnya tidak saya ketahui juga disembuhkan. Alhamdulillah sekarang udah bisa shaum Senin - Kamis lagi karna sakit maagnya udah sembuh. Alhamdulillah juga udah gak pernah masuk angin dan pusing lagi. Biasanya bahu & leher suka tegang, alhamdulillah udah gak lagi. Makasih ya Allah, makasih Eyang sebagai perantaraMu yang membuat banyak orang menjadi sehat.

Waktu hari Rabu, Eyang Agung masuk Transtv di acara Good Morning. Sejak itu antrian di tempat Eyang Agung semakin banyak. Sebelum masuk Transtv, biasanya dapet urutan 120-an (itu kalo Sabtu). Tapi kemaren kesana sama temen2 kampus dan dapet urutan 241-245 (karena rombongan). Tapi gak jenuh sih waktu nunggu antrian karna sambil berbagi cerita dan informasi sama pasien lain yg juga antri. Ada teman yang tanya, kenapa ke Eyang? Karena kita ingin sehat :). Semoga aja informasi ini bermanfaat.

1 comments:

Anonymous said...

alamatnya dimana yaa?