Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Saturday, March 09, 2013

Ladang Amal Untuk Para Istri

Dua kali menemani kakak nungguin suaminya yang dirawat di RS, memberikanku banyak ilmu berharga. Betapa para istri harus penuh kesabaran dan kekuatan ketika sedang merawat suami yang sedang sakit.

Para istri juga harus menyelesaikan pekerjaan rumahnya sebelum berangkat ke RS, karena tidak semua rumah tangga punya asisten untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Para Istri juga harus cerdas mengatur keuangan yang mayoritas lebih banyak yang berkekurangan. Belum lagi mengurus administrasi ini dan itu dari RS serta menebus obat untuk suaminya. Ditambah lagi mengurus anak-anak yang dititipkan Allah.

Subhanallah, menjadi istri apalagi ibu itu ternyata harus punya kekuatan extra. Harus cerdas menjaga kesehatan. Apakah ada suami yang mau mengurus ketika istrinya sakit? Banyak kok suami yang penuh cinta mengurus istri yang sakit. Merekalah bidadari dan bidara surga, yang mengurus pasangannya dengan penuh cinta, kasih, sayang dan perhatian karena Allah.

Melihat suami yang sakit, sudah pasti membuat hati sang istri seperti teriris. Belum lagi jika suaminya cerewet, bawel dan senang mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Apalagi sampai bertindak kasar kepada istrinya.

Ketika penyakit menyerang, hingga membuat kita tak berdaya melakukan apapun. Terkadang nafaspun harus dibantu oleh sebuah alat, selang yang menancap di beberapa bagian tubuh. Tapi kenapa ketika sakitnya sudah membaik, kembali lagi kata-kata dan perlakuan kasar sang suami kepada istri. Astaghfirullahaldziim.

Aku paling nggak bisa mendengar kata-kata yang kasar, apalagi sampai tindakan kasar. Gemes rasanya, dan tak tahan melihatnya. ARRRRRRRGGGGGGGGGGGGGHHHHH Duhai para suami,

Mengertilah, bahwa istrimu juga manusia. Yang ingin disayangi, ingin dihargai, ingin dikasihi, ingin diperhatikan. Semua karena cinta kepada Allah. Berikan kata-kata yang semanis madu dan seharum bunga. Agar rasa lelahnya telah mengurus segala macam pekerjaan rumah tangga terbayarkan dengan rasa kasih sayang suami yang penuh cinta karena Allah. Jangan berikan istrimu kata-kata seperti lalat dan sepahit empedu. Karena akan membuatnya sakit hati dan bersedih. Bukankah Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya teladan, "“Sebaik-baiknya kamu adalah yang terbaik kepada istrimu."

Semoga Allah menitipkan kepadaku suami yang berakhak mulia, penuh kasih sayang, penuh kelembutan, penuh perhatian, penuh tanggung jawab, penuh pengertian, penuh cinta dan kasih sayang karena Allah. Aamiin

Semoga semua perbuatan yang dilakukan para istri terhadap suaminya juga sebaliknya menjadi ladang amal bagi pasangannya untuk menjadi bekal kembali ke kampung akhirat. Aamiin....

foto diambil: rezapalavi.wordpress.com

Friday, January 13, 2012

Tuhan Tolong, Aku Terjerat Pesonanya

Pertama kali melihat wajahnya dalam film I'm Sorry I Love, kemudian berlanjut di film Cain And Abel.

Ya Allah, semakin memandang wajah, semakin tak bisa hilang bayangan wajahnya dari benak ini.

Jadi penasaran pengen kenal pribadinya secara langsung. Penasaran pengen berinteraksi dengannya secara langsung. Kalau pake bahasa aslinya sih gak paham, tapi kayaknya dia jago bahasa Inggris. Soale di 2 film itu dialog bahasa Inggrisnya jago banget.

Kalau dari karakter peran 2 film itu, dia ini orangnya care banget. Orang yang ada di dekatnya pasti bakal ngerasa aman dan terlindungi, karena dia gak rela orang yang disayangi tersakiti. Orangnya juga kuat, karena perannya gendongin pemain lawannya baik cewek atau cowok.

Asyik kali ya kalau punya saudara laki-laki yang care dan selalu bikin saudara perempuannya nyaman. Hmmmm lebih asyik lagi kalau punya suami seperti itu. Soleh, penuh kasih sayang, penuh kelembutan, bertanggung jawab dunia akhirat. Allahu Akbar.

Pfiuuuuuuuuuh makin tergila-gila aku padanya. Tuhan tolooooooooong.

Wednesday, January 11, 2012

Hanya Allah Tempat Bersandar

Terkadang kita ingin membagi kegelisahan yang kita rasakan pada seseorang yang kita percayai, yang kita anggap dia akan memberikan kata-kata yang membuat hati adem di kala kita sedang emosi. Tapi kenyataannya berbeda.

Orang yang kita pilih dan kita harapkan bisa meredam emosi kita, malah balik menyerang dan mengatakan bahwa kita telah menyindirnya. Apalagi sampai keluar kata-kata, "percuma selama ini sholat!"

Allahu Rabbi, tak pernah ada maksud menyindir siapapun. Hanya berusaha untuk mengingatkan dalam kebaikan. Jika apa yang kulakukan selama ini tidak berkenan di hati, mohon maaf. Aku tidak akan pernah mengingatkan lagi. Aku tidak akan berbagi apa yang kurasa.

Memang hanya Allah satu-satunya tempat bersandar
Ia tak pernah menyerang balik orang yang selalu datang mengeluh padaNya
Ia tak pernah membuat emosi orang yang selalu datang meminta pertolongan padaNya
Ia selalu memberikan jalan keluar terbaikNya, kepada mereka yang selalu datang memohon padaNya
Ia selalu menentramkan dan memberi ketenangan jiwa-jiwa yang selalu datang bersimpuh padaNya


Ya Rabb, jangan pernah tinggalkan hambaMu. Ijinkan aku selalu dekat denganMu. Jangan biarkan aku menjauh dariMu. Aku selalu butuh belas kasihMu.

Doa Nabi Musa: "Allaahumma lakal hamdu, wa-ilaikal musytakaa, wa-antal musta'aan, laa hawla walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adziem (Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Kpd-Mu saja kami mengeluh, mengadu, cerita, curhat, bersandar, berharap, bergantug, memohon.)"

Friday, December 23, 2011

Kado Akhir Tahun Dari Seorang Penulis Novel

Beberapa waktu yang lalu aku ikut Quiz mempromosikan Film Hafalan Shalat Delisa yang akan ditayangkan tepat di hari ibu 22 Desember 2011. Alhamdulillah aku termasuk salah satu pemenang quiz yang mendapatkan 2 tiket nonton gratis Film Hafalan Shalat Delisa.

Beberapa hari kemudian, aku menerima inbox dari penulis novelnya, bang Darwis Tere Liye seperti pada postinganku disini http://nice-green.blogspot.com/2011/12/kejutan-dari-bang-darwis-tere-liye.html

Benar-benar suatu kehormatan buatku mendapatkan kesempatan dari seorang penulis novel terkenal yang memberikan kesempatan kepada pembacanya karena telah mereview novelnya dengan memberikan kesempatan untuk nonton gala premiere Film pertama dari novel yang ditulisnya. Bang Darwis juga memberikan 2 tiket nonton gratis gala premiere untukku dengan alasan agar aku ada temannya ketika pulang.

Aku mengajak ponakan nomor 2 (Ferry Alfiansyah) kelas 3 SMP, dengan harapan Alfi bisa mengambil ibrah dari film Hafalan Shalat Delisa yang ditontonnya. Sampai di lokasi aku mencoba menghubungi hape bang Darwis, tapi tulalit. Akhirnya aku mencari kerumunan orang yang menggunakan atribut Film Hafalan Shalat Delisa. Ketika sedang antri, aku melihat seseorang yang selama ini kukenali wajahnya hanya melalui MP or FB-nya. Aku bergegas menenuminya. "Bang Darwis, ini Linda." "Oh iya, ini tiketnya. Linda langsung masuk aja, nggak usah pake antri. Cari tempat yang paling nyaman untuk nonton. Mana ponakannya?" sambil menyerahkan 2 lembar tiket. "Ada di dalam bang, lagi di antrian." "Udah nggak usah antri, masuk aja." "Iya bang, makasih ya."

Aku segera menghampiri ponakanku di baris antrian dan mengajaknya naik ke teater 2. Acara dimulai sekitar pukul 19 lebih, dengan penonton yang memenuhi 1 ruang teater 2 di Planet Hollywood, malah ada beberapa orang yang berdiri. Kami nonton bersama orang-orang dari media. Kata Alfi, "filmnya sedih gitu tante, aku sampe mau nangis tapi nggak jadi." "Kenapa nggak jadi nangis kak?" tanyaku menyelidik. "Malu tante," jawabnya tersipu malu

Sekitar pukul 21 lebih acara selesai dan kami semua antri panjang untuk keluar dari teater 2 sambil menerima goodiebag berisi tas dan kaos bertuliskan Hafalan Shalat Delisa. Ternyata di depan pintu teater 2 sudah antrian lebih panjang dari sesi pertama. "Untung kita kebagian sesi 1 ya kak," ujarku pada Alfi.

Ketika ingin pulang, ada kerumunan orang di beberapa sudut. Tak sengaja aku melihat Nirina Zubir yang berperan sebagai ummi Salamah dalam film tersebut. "Mbak, boleh foto bareng?" tanyaku malu-malu. "Boleh... boleh..." Nirina menjawab sambil menganggukkan kepalanya. Lumayan banyak yang antri mau foto bareng Nirina. Di salah satu sudut arah pintu keluar, ada kerumunan lagi. "Tante, itu bukannya ustad Rahman!" sambil nunjuk Fathir Muchtar yang lagi dikerumuni fans nya. "Oh iya, tolong fotoin tante sama dia ya kak," pintaku penuh semangat.

Banyak bener bo fans-nya ustad Rahman (Al Fathir Muchtar). Dan aku memberanikan diri menghampirinya, "mas boleh foto bareng?" tanyaku malu-malu. "Boleh." jawabnya sambil melempar senyum manisnya. Sayangnya kami nggak ketemu abi (Reza Rahardian), karena Alfi keburu minta pulang. Udah ngantuk katanya.

Sekali lagi makasih banyak ya Bang Darwis, baru kali ini dapat apresiasi dari seorang penulis novel terkenal. Kesempatan untuk ketemu artis pemeran film dari novelnya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah, rahmat dan ridhoNya untuk abang dan keluarga. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rizki yang halal, berkah dan toyib untuk abang dan keluarga. Novel-novelnya jadi best seller, Filmnya jadi film terlaris. Semoga semakin berkah hidupnya. aamiin

Friday, December 09, 2011

Hikmah Jadi Angkoters


Setelah 17 bulan langganan ojeg dengan 3 orang tukang ojeg yang berbeda. Akhirnya aku memutuskan untuk nge-bus or ngangkot lagi. Awal sempat terlintas di benakku "macet nggak ya? bakal sampe tujuan jam berapa nih? penuh sesak nggak ya busnya? bla... bla.. bla..."

Alhamdulillah setelah 5 hari dijalani, ternyata apa yang ditakutkan tidak terbukti. Justru selama nge-bus lagi, aku bisa memulai baca buku-buku yang sudah kubeli. Kasian tuh buku, daripada nggak terjamah dan cuma diselipin diantara tumpukan buku lainnya. Jadi mending dibaca, siapa tau ada kata-kata atau kejadian menarik yang bisa di share. Atau paling nggak bermanfaat untuk diriku.

Selama ini aku kesulitan membagi waktu antara merajut dan membaca buku. Alhamdulillah, sekarang sudah ada waktu untuk baca buku. Beberapa waktu terakhir, sempat memaksakan untuk baca buku yang sudah dibeli. Tapi baru dapat beberapa halaman, kok udah nggak sreg melanjutkan. Tapi sekarang aku sudah bisa menuntaskan membaca buku dimulai dengan buku yang tipis dulu.

Buku yang mengisahkan tentang almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh, "Mutiara Yang Telah Tiada". Subhanallah isinya benar-benar bermanfaat buatku. Ada beberapa kalimat yang ditulis almarhumah dalam suratnya kepada anaknya, sangat mengena. Cukup lama juga aku menyelesaikan membaca buku itu, karena ketika baru dapat 2/3 kisah dari buku itu, bukunya dipinjam teman seruangan utk dibawa mudik selama seminggu. Tapi sekarang udah selesai baca buku itu. Tunggu ya reviewnya. :)

Sementara buku tentang alm ummi Yoyoh dipinjam teman mudik, aku membaca buku "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin". Untuk para penggila buku, mungkin buku ini sudah lama sekali mereka baca. Nah bagiku tak ada buku basi, begitu juga tak ada film basi. Jadi kalau pas aku mau baca, ya nggak peduli itu buku lama atau baru. Buku yang menarik buatku adalah buku yang sanggup kuselesaikan membacanya. Nah kalau buku ini belum selesai bacanya, on going progress. Hahahahaha udah kayak lagi handle gangguan aja ogp :D

Seneng juga balik jadi angkoters lagi, kalau biasanya milih bobo di bus tapi sekarang mending baca buku deh. Oh iya, gara-gara terobsesi sama So Jisub yang memerankan Moo-Hyuk di kodrama I'm Sorry I Love You. Kalau pas lagi dapat duduk, suka mengkhayal yang duduk di sebelah tuh So Jisub. Pfiuuuuuuuuuh... makin tinggi aja nih imajinasinya. Moga-moga nggak bikin aku jadi gila kayak Eun Chea yang sedih ditinggal pergi Moo-Hyuk. Pfiuuuuuh...

Tuesday, November 29, 2011

Celoteh Salwa


"Mwuuuuaaah..." aku mendaratkan sebuah kecupan di pipi tembemnya Salwa

Salwa langsung mengelap pipi kanannya yang habis dikecup dan menutupinya dengan kedua telapak tangannya yang imut-imut

Makin gemas aku melihatnya, aku bombardir Salwa dengan kecupan di berbagai tempat secara bergantian.

Aku kecup keningnya, Salwa pindah menutupi kening dan pipi kanannya.

Aku kecup pipi kirinya, Salwa memindahkan telapak tangan di keningnya untuk menutupi pipinya yang baru saja kukecup. Begitu seterusnya, sampai terdengar suara tawa yang menggelitik.

Aku: "Adek sombong bener, budeh cium aja dilap. Biarin aja, nanti kalo adek pup, budeh nggak mau nyebokin!" Candaku

Salwa: "Bialin, ada enti (biarin, ada mbah uti maksudnya)." Salwa meledek dengan senyumnya yang menggemaskan.

Tak berapa lama....

Salwa: "Endeh, atit eyut nih. Mau empup." (Budeh, sakit perut nih. Mau pup.) Salwa jongkok di pojokan kamar dengan wajahnya yang memerah.

Aku meledeknya, "kan ada mbah uti, sama mbah uti aja."

Salwa: "Mamau, maunya ama endeh aja." (Nggak mau, maunya sama budeh aja) wajahnya makin memerah.

Aku semakin meledeknya, "nggak mau aaaah, budeh nggak mau cebokin adek." Sambil pura-pura asyik nonton tv.

Salwa memelas: "Endeh, atit eyut nih. Bau empupnya." (Budeh, sakit perut nih. Bau pup-nya)

Nggak tega juga biarin Salwa nahan sakit perut lama-lama, langsung saja kugendong ke kamar mandi. Dan alhamdulillah sejak bisa jalan (lupa umur berapa), Salwa sudah biasa pup di wc.

#Balada dititipin ponakan umur 33 bulan yang menginap tanpa ortunya.

Friday, November 25, 2011

Perbincangan Di Dalam Lift


Suatu hari di dalam lift, ada aku dan 3 orang bapak-bapak yang usianya berkisar 50 tahunan. Kok tau 50 tahun? Emang nanya? Nggak kok cuma kira-kira aja, liat dari kerutan di wajahnya :D.

Bapak A: Kenapa kelebihan anggaran itu harus dihabis-habiskan? Kenapa nggak digunakan untuk anggaran tahun berikutnya. Tinggal ajukan kekurangannya saja.

Bapak B: Kalau anggaran berlebih berarti kinerjanya ndak bener itu.

Bapak A: Loh kenapa bisa begitu?

Bapak C: Seharusnya ketika membuat anggaran, harus tau prediksi harga, agar tidak kurang atau berlebih.

Bapak B: Loh kan prediksi bisa saja meleset tho? Trus kalo kelebihan anggaran harus dihabiskan untuk hal yang nggak perlu namanya mubazir tho? Bapak ini pasti sering ngikutin acaranya ustad Yusuf Mansur *pikirku*

Bapk A & C serentak menjawab: Yo wes, peraturannya akan diubah nek sampean dadi Dirut.

Dan ketiga bapak itu pun keluar dari lift sebelum di lantai 14.

Nah loh, ada yang tau? Kenapa kelebihan anggaran tidak diperbolehkan digunakan untuk anggaran tahun berikutnya? Setuju sama bapak B, kalau kelebihan anggaran harus dihabiskan untuk hal-hal yang tidak perlu namanya kan mubazir. Atau kelebihan anggaran itu disalurkan saja untuk sedekah ;)

Oh iya, soalnya aku pernah dengar cerita dari seorang teman di salah satu instansi pemerintah yang kebetulan tugasnya membuat anggaran untuk instansinya. Ia bilang, kelebihan anggaran itu dibagikan begitu saja untuk seluruh pegawai di divisinya. Allahu Akbar, kok nggak takut ya makan uang negara? Kasian Istri/Suami, anak dan keluarganya yang ikut makan uang yang tak jelas kalau begitu.

Kalau ada yang berkenan berbagi mengenai kelebihan anggaran, monggo loh dengan senang hati

Friday, November 18, 2011

Trio Papua


Ajang pencarian bakat memang sudah berakhir. Dulu ada Funky Papua yang memberikan penyegaran di dunia tarian modern Indonesia. Sekarang ada Trio Papua (Oktovianus Manianni, Titus Bonai dan Patrick Wanggai). Yang memberikan penyegaran dalam dunia sepak bola tanah air.

Aku memang awam dalam dunia sepak bola, tapi sejak menonton laga Trio Papua yang ikut serta membela Indonesia di Sea Games kali ini, jadi ikutan gimana gitu. Keren aksi mereka bertiga, yang sanggup mempertahankan gawang TIMNAS dijebol pemain lawan.

Tapi kok semalam pertahanan TIMNAS beda dari 3 pertandingan sebelumnya ya. Di menit-menit awal, gawang sudah berhasil dijebol team Malay. Apa karena hanya Tibo yang diturunkan? Sedangkan Octo baru beraksi di menit terakhir menjelang permainan usai. Sedangkan Patrick Wanggai tidak diikutsertakan beraksi mempertahankan gawang TIMNAS.

Ada apakah gerangan? Semoga ini hanya kesalahan strategi saja, bukan faktor kesengajaan yang harus mengalah dengan tim Malay.

Heran deh, kenapa sih pada senang menghujat? Kenapa nggak didoain, biar para malaikat meng-amini sebagai doa yang dikabulkan. Aamiin.

Kita bisa, kita pasti bisa
Kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa jadi yang terdepan
Bersatu bersama dalam satu irama
Terbang meraih kejayaan, kita bisa!

Wednesday, November 16, 2011

Jum'at Penuh Berkah


Jum'at 11.11.11 memang hari yang penuh berkah, seorang teman blogger (http://diametuah.blogspot.com) datang ke kantor membawakan 3 bungkus mie ayam buatan sendiri dan 2 plastik krab krub (snack jualannya)

Alhamdulillah, langsung disantap bareng teman-teman se-ruangan. Makasih ya Nad, semoga semakin berlimpah berkah, rahmat & ridhoNya. Makin berlimpah rizki yang halal dan berkah dari Allah.

Mie ayam-nya nikmat euy, lebih nikmat lagi kalau makannya masih panas. Wajarlah kalau sampai Kebon Sirih dingin, wong dibawanya jauh-jauh dari Depok ;)

Nice to meet you Nadia ;)

Siangnya ikutan kuis yang diadain Lingkar Pena dan menang kuis dengan hadiah buku "Cewek-Cewek Tulalit" karya Mas Iwok. Thanx Lingkar Pena. Benar-benar Jum'at penuh berkah :)

Thursday, November 10, 2011

Susahnya Nyari Ojeg Langganan


Sejak kembali ke rumah alias nggak jadi anak kos lagi, aku memutuskan untuk langganan ojeg. Nggak gampang mencari ojeg langganan di daerah rumahku.

Tukang Ojeg langganan di sekitar rumah terbatas jumlahnya, hanya ada 5 orang tapi sayang sekarang tinggal 4. Karena yang satu sudah beberapa bulan meninggal dunia. Padahal beliau paling nyaman dan sabar jika membawa penumpangnya. Keluargaku salah satu pelanggan tetapnya. Kami biasa memanggilnya pakdeh, semoga pakdeh sudah bahagia di sisiNya. aamiin

Nah 4 ojeg lain yang tersisa juga tidak bisa dijadikan langganan. Yang 2 kebanyakan penumpang, jadi aku nggak kebagian waktu. Yang 1 nggak punya SIM, jadi nggak berani ngantar keluar kampung. Yang 1 lagi, matrenya bukan kepalang. Sudah ku blacklist tuh orang dan gak akan pernah ngojeg sama dia kalo gak terpaksa banget.

Akhirnya nyari tukang ojeg dari luar kawasan yang jaraknya nggak terlalu jauh. Kebanyakan tukang ojeg nggak punya SIM, jadi nggak berani bawa penumpang jauh-jauh.

Dengan sangat terpaksa dapat tukang ojeg pertama yang aku tidak kenal, tapi dia kenal dengan adikku. Tukang ojeg ini ajaib orangnya. Usianya sekitar 50 tahun, kalau bawa motor suka nyruduk-nyruduk. Beberapa kali aku hampir nge-geblak ke belakang karena hobinya ngerem mendadak. Beberapa kali nyenggol motor di depannya, dan tak pernah meminta maaf sama yang disenggol. Tak jarang main salip aja dari kanan ke kiri tanpa perduli kendaraan di sekitarnya. Pfiuuuuuuuuuh, dan aku cuma bertahan 1 bulan berlangganan dengannya.

Ojeg yang kedua, lebih ajaib lagi. Baru diminta untuk jadi tukang ojeg langganan, langsung minjem duit. MINJEM DUIT? Hadeuh, nggak bakal deh kukasih pinjem. Ntar kebiasaan minjem duit sama aku, aku yang repot. Jalanan rusak, main hajar aja. JEDAG! JEDUG! Alhasil, perut ini sakit. Kata budeh yang ngurut, peranakanku turun. Astaghfirullahaladziim... Lebih sering dia yang ngatur jadwal, loh siapa yang bayar ya? Telatnya kok sering? Trus kalo abis dianter sama ojeg yang satu ini, berasa kayak abis dikejar guguk, ngos-ngogsan. Hadeuuuuuuh ampun deh, daripada perutku jadi korban terus mending berentiin aja deh cari yang lain. Yang ini cuma bertahan 1 bulan juga karena terpaksa belum dapat ojeg yang lebih baik.

Ojeg yang ketiga, enak sih bawanya, nggak sradak sruduk, nggak main hajar aja jalanan yang rusak, datengnya selalu lebih dulu dari jam yang kutentukan. Tapi.... ada tapinya. Ojeg yang ini nggak kalah ajaib. Seneng banget nerabas lampu merah, tertib lalu lintas cuma kalo ada bapak berseragam aja. Pelit banget ngasih jalan orang yang nyebrang. Tobat deh! Dan satu lagi, seneng banget make jalur orang, trus tadi pagi kesenggol tuh bagian knalpotnya sama mobil, eeeeeh dia masih juga membela diri. Aku sebagai penumpang yang nggak suka melihat pengguna jalan memakai jalur orang ya belain mobilnya donk, wong jalanannya emang sempit. Siapa suruh make jalur orang, kalo disenggol motornya ya nggak salah yang nyupir mobil. Eeeee abangnya manyun gara-gara aku belain supir mobil. Sori ya bang, saya paling nggak suka sama pengendara yang tidak tertib lalu lintas.

Salah satu penyebab Jakarta semrawut, karena pengendaranya tidak tertib.

Hadeuuuuuuuuh... tahan-tahanin deh sama tukang ojeg yang sekarang, doain ya semoga dapet tukang ojeg yang oke. Soalnya kalo suruh bawa motor sendiri PP (rumah-kantor-rumah), nggak sanggup bo. Yang ada malah stress karena banyak pengendara yang bikin gemes kelakuannya.

Thursday, April 28, 2011

Tersesat Di Stasiun


Beberapa waktu yang lalu saya mencoba naik KA dari Gondangdia menuju Depok. Karena belum pernah, jadi saya mencari barengan. Kebetulan salah seorang teman kantor yang tinggal di Depok lagi piket di hari Minggu. Jadi saya menghampiri teman itu ke kantor untuk berangkat bareng ke Depok.

Dari kantor di kawasan Kebon Sirih, aku dan temanku jalan pukul 15.10 menuju Stasiun Gondangdia. Aku benar-benar buta urusan transportasi KA. Dan sudah pasti tak hentinya bertanya. Untungnya temanku yang ini sabar, makasih ya mas

Aku : "Mas kok lewat sini." ketika mengikuti temanku berjalan menuju sisi kanan stasiun Gondangdia kalau dari arah Kebon Sirih.
Teman: "Iya mbk, kita lewat sini. Jalannya memang kesini." jawabnya santai
Aku : "Mas tolong beliin tiket ya, aku nggak ngerti." Sambil menyerahkan selembar sepuluh ribuan
Teman: "Ini mbak." Menyerahkan selembar tiket dan uang kembalian.
Aku : "Loh kok cuma satu belinya mas?" tanyaku heran.
Teman: "Aku pake abu mbk." jawabnya singkat.
Aku : "Keretanya datang jam berapa mas?" Sambil sibuk melihat jam yang tertera di layar hp.
Teman: "Sebentar lagi mbak, kayaknya KA-nya terlambat." jawabnya tetap santai

Pfiuuuuuuuuuuh... benar-benar kurang informasi nih di Stasiun. Ada informasi dari petugas mengenai kedatangan dan keberangkatan KA, tapi suaranya tidak terdengar dengan jelas. Alhasil aku terus bertanya sama temanku. Untung temanku orangnya super sabar. Sekitar pukul 15.45 KA nya baru datang. Kami naik KA AC Ekonomi dengan penumpang yang lumayan penuh, karena banyak yang berdiri.

Itu KA aneh, bilangnya AC tapi di setiap gerbong dipasang kipas angin. Dan setiap melewati stasiun aku pun tak hentinya bertanya. Karena dari sekian banyak stasiun yang dilewati hanya beberapa saja yang ada infonya seperti Stasiun Cikini, Tebet, dan aku lupa apalagi. Setelah tiba di satu stasiun sebelum stasiun Pondok Cina, temanku menginfokan aku untuk siap-siap turun. Tujuanku adalah Detos (Depok Town Square).

Info dari temanku, Detos berada persis di bersebelahan dengan Stasiun Pocin. Ketika turun dari KA, aku bertanya dengan seorang ibu yang sedang duduk.

Aku: "Bu, maaf. Kalau mau ke DETOS lewat mana ya?" Sumpah, ini pertama kalinya ke DETOS naik KA. Biasanya ke Depok naik mobil bareng teman-teman.
Ibu: "Lewat situ mbak, itu dia DETOS udah keliatan kok dari sini." sambil menunjuk sebuah gedung bercat putih
Aku: "Makasih ya bu." bergegas menuju arah yang ditunjuk ibu tersebut.

Aku berjalan di pinggir tembok pembatas antara stasiun Pocin dan rumah warga. Dan terlihatlah sebuah mall yang persis berada di bersebelahan dengan stasiun Pocin. Aku masuk ke dalamnya dan menghubungi mbk Oty, yang akan kutemui di Detos.

Setelah bertemu dengan mbak Oty, sekitar jam 5 aku berpamitan. Usai sholat Ashar, aku kembali berjalan menuju Stasiun Pocin. Lalu aku menuju loket pembelian tiket, kali ini aku sendirian.

Aku : "Pak, Stasiun Jakarta Kota AC Ekonomi." sambil menyerahkan selembar sepuluh ribuan.
Petugas loket: "Ini mbk." Sambil menyerahkan selembar tiket dan uang kembalian.
Aku : "Loh kok Ekonomi pak? AC Ekonomi-nya nggak ada pak?" tanyaku heran.
Petugas loket: "AC Ekonomi adanya jam 20.30 mb." jawabnya cepat

Waduh... Akhirnya aku mencari bangku kosong untuk duduk. Kali ini informasi kedatangan dan keberangkatan KA lebih jelas terdengar. Sekitar jam 17.50 KA yang kutunggu datang. Aku mengikuti orang-orang yang berjalan ke arah lebih depan. Dan ketika KA berhenti persis di depanku, aku pun langsung naik. Subhanallah, KA-nya penuh sesak. Aku saja berdiri hampir di pinggir pintu KA yang tidak ada pembatasnya atau pintunya sama sekali.

Setiap stasiun yang dilewati aku menebak-nebak sudah sampai dimana. Pfiuuuuuuuuuh... benar-benar miskin informasi di Stasiun. Dan satu pelajaran lagi yang kudapat, ketika turun dari KA yang pintunya di sebelah kanan. Aku hampir terjatuh karena limbung. Kata seorang bapak seharusnya aku turun dengan kaki kanan bukan kaki kiri. Weleh, maklum deh terbiasa turun dari angkot kaki kiri duluan. Benar-benar pengalaman yang berharga buatku.

Kesan pertama naik KA EKONOMI, KAPOK. Selanjutnya terserah anda.

Oh iya, kenapa nggak ada yang bertindak ya dengan penumpang KA seperti di fotoku ini? *geleng-geleng kepala*

Friday, February 18, 2011

Project Deadline

Beberapa minggu ini berkejaran dengan project deadline. Kucari ide dan inspirasi dengan berselancar di dunia maya. Satu per satu ide kuaplikasikjan menjadi project nyata. Mulai dari yang mudah sampai yang awalnya tak pernah terbayangkan di kepala. Alhamdulillah kemarin selesai 10 project deadline yang diminta.

Pfiuuuuuuuuuh... lega rasanya. Semoga kau mudahkan dan lancarkan proses berikutnya, Tuhan.

Maaf ya mbak Bene, melebihi deadline. Semoga hasilnya nggak ada yang direvisi.

Bismillahirrohmaanirrohiim....

Monday, January 31, 2011

Indonesia Menggiring Bola


Minggu, 30 Jan 2011 seperti biasa sejak nge-kost aku usahakan olah raga ke Monas. Pagi itu rutenya Monas - HI. Ternyata sampe di Monas kok banyak yang pake baju dengan tulisan Luis Figo. Hmmmm ternyata ada acara Indonesia menggiring bola bersama Luis Figo.

Tapi acaranya belum dimulai, mungkin Luis Figo-nya masih terlelap dalam tidurnya. Aku sama mbak Widy jalan mengelilingi Monas 1x terus lanjut jalan ke HI. Weleh, rame banget bo. Banyak banget yang pada nendang bola di jalan dengan kostum bertuliskan Luis Figo. Dari mulai anak kecil sampe yang udah sepuh.

Anaknya gemesin ;)

Sepeda jalur kiri, pejalan kaki jalur tengah, kalo nggak ada busway boleh di jalur busway ;)
berjualan di sepanjang Jl. Thamrin
Abis nge-gowes capek, laper, makan sambil lesehan di jalan dekat Hotel Kempinskymesranya bapak dan ibu itu jadi bikin iri aja ;)


Banyak pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang jalan Thamrin - HI. Sempet mampir sebentar di HI untuk sarapan mie ayam deket hotel Kempinsky. Trus lanjut jalan balik ke kost-an lewat rute yang sama, cuma belok di Sarinah.

Pfiuuuuuuuuuuuh lumayan pegel dan telapak kaki kapalan. Tapi seneng jadi seger ;)

Wednesday, January 19, 2011

Oma Kost-Ku Baik Sekali


Hampir dua bulan aku nge-kost di rumah oma, begitu biasa aku memanggilnya. Usia oma mungkin diatas 70 tahun, tapi masih sehat dan segar. Alhamdulillah senang rasanya. Oma dan keluarganya baik sekali. Sering mengirimi kami makanan. Mulai dari bubur ayam 1 Muharam, nasi ayam bakar + karedok + tempe goreng dan tadi pagi kami dikirimi nasgor untuk sarapan. Subhanallah, terima kasih ya oma semoga selalu dalam limpahan berkah, rahmat dan ridhoNya. Amin

Selain itu teman kostnya juga baik-baik. Jadi berasa punya keluarga baru. Asistennya oma juga baik dan jagoan terutama mbak Dona. Terima kasih ya Rabb untuk semua ini

Monday, August 02, 2010

Mahalnya Harga Buku Pelajaran

Awalnya mendengar kabar dari Kakak pertamaku, mengenai harga buku pelajaran yang menggila. Di Sekolah ponakan pertamaku, ada seorang guru yang menjual buku LKS dengan harga lebih tinggi dari pasaran. Seluruh siswanya diwajibkan membeli buku LKS pada guru tersebut.

Baca status seorang teman yang kesal juga dengan harga LKS yang diproyekin salah seorang guru di sekolah SD anaknya.

Salah satu balasan komen status diatas, bahwa untuk kelas 3 saja harus merogoh kocek Rp 402.500 untuk satu paket. Nanti di tengah semester beli LKS lagi, DAN masuk di SD itu juga gak gratis.

Mungkin banyak kasus serupa, yang beredar saat ini. Miris ya kalo dengar hal seperti ini. Kasian siswa-siswi yang semangat sekolah tapi terbentur dengan biaya sana sini yang gak jelas juntrungannya.

Semestinya para guru membantu siswa-siswinya. Memberi kemudahan dalam mendapatkan buku pelajaran. Bukan malah mencari keuntungan dari penjualan buku pelajaran dan melarang siswa-siswinya membeli di luar dengan harga yang lebih murah.

Pengalamanku dulu ketika sekolah, guru-gurunya tidak melarang siswa-siswinya untuk membeli buku di pasaran. Bahkan ada yang memakai buku fotocopy-an. Alhamdulillah proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar. Bahkan tak sedikit yang memakai buku bekas kakak kelasnya. Hal itu tak menjadi kendala bagi siswa.

Semoga masalah seperti ini bisa segera teratasi. Agar tidak membuat beban bagi siswa dan orang tua.

Wednesday, June 16, 2010

Belajar Dari Ibu Aini

Jum'at sore pulang kerja, aku mampir di Masjid Kapolsek Mayestik untuk sholat Maghrib. Waktu aku masuk ke dalam Masjid, di bagian wanita ada 2 orang ibu di barisan belakang. Aku mengambil tempat di depan mereka. Selesai sholat, aku bergegas merapikan mukena dan tas.

Terdengar suara seorang ibu memulai pembicaraan.

Ibu x : "Mbak tinggal dimana?"

Aku menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa ibu tersebut bicara dengan siapa, ternyata tinggal aku dan ibu berjilbab putih dengan taburan payet yang ada disitu. Berarti ibu tersebut berbicara denganku.

Aku : "Ke daerah Ciledug bu."
Ibu x : "Oh ya udah bareng saya aja, kebetulan saya bawa kendaraan. Saya turunnya di Kreo, mbk." sambil sibuk membereskan tasnya

*Awalnya sempat terbersit perasaan aneh, karna jarang sekali orang seperti ibu tersebut. Belum kenal sudah berbaik hati menawarkan tebengan. *

Ibu x : "Mbak bawa kendaraan?"

*mungkin ibu itu nyadar, kalo aku sedikit berburuk sangka padanya*

Aku : "Nggak kok bu, saya naik angkutan umum."
Ibu x : "Ya sudah, bareng saya aja yuk!" ajaknya untuk kedua kali.

Kami bergegas meninggalkan Masjid menuju parkiran. Aku mengikuti ibu tersebut melangkah menuju sebuah mobil Kijang.

Ibu x : "Mbak lewat sebelah kiri ya." tegasnya
Aku : "Baik bu," kataku dengan sedikit senyum bingung

Ketika pintu mobil kubuka, di dalam sudah ada 2 orang ibu-ibu yang menunggu. Di bagian depan seorang ibu tanpa jilbab, di bangku tengah ada seorang ibu berjilbab.

Aku : "Permisi bu." menyapa ibu yang ada di dalam mobil sambil melempar senyum

Ibu berjilbab yang duduk di bangku tengah, kembali melemparkan senyumnya padaku. Ibu yang di bangku depan ikut menyapa: "Ke ciledug juga ya mbak?"

Aku : "Iya bu." dengan tampang masih bingung

Selama perjalanan ibu x yang menyetir mobilnya sambil mendengarkan Murrotal. Dimulai dari Surat Annaba, lanjut Annazi'at dan seterusnya. Aku pun menikmati murrotal yang dikumandangkan sambil me-remind hafalanku.

Ibu yang di bangku tengah, turun di daerah Seskoal. Dari ibu tersebut aku baru tau kalau ibu yang mengajakku namanya Aini.

Sepanjang perjalanan aku terus tertegun dan memperhatikan pembicaraan mereka berdua.

Setelah sampai Unilever ibu x baru menyapaku, setelah asyik ngobrol dengan ibu di sebelahnya.

Ibu x : "Mbak tau Ust. Danu?"
Aku : "Ust. Danu yang punya jadwal ceramah rutin di TPI setiap Minggu dan Senin ya bu?"tanyaku mempertegas
Ibu x : "Benar sekali mbk."
Ibu y : (yang duduk di sebelahnya)"Wah kalian berdua cocok tuh. Mbak, Ibu ini asistennya Ust. Danu loh!"
Ibu x : "Bukan asisten mbak, tapi saya sering mengikuti acaranya beliau. Nama saya, Aini. Mbak namanya siapa?"
Aku : "Linda, bu."
Ibu x : "Mbak kalo berminat untuk ikut acaranya catat nomor hape saya saja. Mbak sering sholat di Mesjid tadi ya? Kalo pas ketemu saya, bareng aja ya." senyumnya mengembang

Kami pun bertukar no hape. Tak lama, aku pun turun lebih dulu dari Ibu Aini.

Kebingunganku terjawab sudah, kenapa Ibu Aini berbaik hati memberi tumpangan kepada orang yang belum dikenalnya. Semoga semakin banyak orang yang berbaik hati seperti ibu Aini. Maaf ya bu, kalo saya sempat negative thinking dengan ibu.

Wednesday, April 07, 2010

Kekerasan Pada Kekasih


Pagi ini kulihat seorang teman, biasanya ia memakai baju lengan pendek tapi hari ini dia pakai lengan panjang.

Aku: kok tumben say pakai lengan panjang Dia: iya mbak ada yang ditutupi *sambil memegang bahu kirinya* Aku: ditutupi? apa yang ditutupi? kenapa ditutupi? Dia: biasa mbak, mantan kemaren datang. trus dia melukai bahuku. *jawabnya datar* Aku: WHAT? mantan? yang polisi? Dia: ho oh Aku: kok bisa? tugasnya dia bukannya memberi rasa aman? kok malah melukai? Dia: udah kebiasaan dia, mbak. kalo lagi marah ya begitu deh modelnya. Makanya aku minta putus sama dia. Aku: Hmmmmm... *geleng-geleng* Dia: yayang tau mbak masalah ini Aku: dia marah? Dia: ya jelas mbak marah

Beberapa waktu yang lalu, salah satu adik sepupuku nikah. Dapat kabar dari ibu, waktu mereka lagi pacaran, yang cowok sering main kasar alias mukul. Hmmmmm orang tuanya kok nggak mencegah anaknya untuk menghentikan hubungan dengan orang yang suka melukai ya? Pernikahan kan untuk selamanya, sampai akhir khayat.

Ya Allah lindungi kami dari orang-orang yang hendak berbuat jahat dan dekatkan kami dengan orang-orang yang mencintaiMU.

Friday, July 03, 2009

Selamatkanlah Kami

Telu [bukan nama yang sebenarnya]: mbk, Melekete [jg bukan nama yg sebenarnya] kata Kimul [masih bukan nama yang sebenarnya] punya banyak koleksi Film bokep loh. Dia nawarin gw, mau pinjem yang mana.

Aku: HAH, film BOKEP? Gak salah tuh, hari gini gitu loh masih nonton film model gitu?

Telu: Lah emang kenapa mbk? Kata Kimul, dia juga punya koleksi bokep yang kartun. Ya udah gw pinjem yang itu aja.

Aku: Ya Allah, mau kartun kek, mau manusia kek, yang namanya film bokep ya tetep aja sama. Emangnya kalo nonton bokep bisa bikin kecintaan dan keimanan kita pada Allah semakin bertambah? Nonton film yang bermanfaat aja deh.

Telu: Ya elo sih beda ya mbk....

Ya Allah, tolong selamatkan aku, keluargaku, sahabat dan teman-temanku dari perbuatan maksiat dan perbuatan yang tidak Engkau ridhoi.

Friday, November 21, 2008

Cacat Fisik Bukan Penghalang

Berawal dari obrolan sama mbak Hanna Permanik tentang jenis-jenis musik. Sebenernya sih ngomongin naga di perut itu kalo dah kelaperan. Mulai dari dangdut, keroncong, rock, underground, jazz eh ndilalah lari ke acapela. Ngomongin acapela jadi pengen cerita tentang JAMAICA CAFE. Satu-satunya grup acapela Indonesia yang gak ada duanya buat Linda cuma JAMAICA CAFE.

Linda kagum sama Anton. Walau fisiknya tidak sempurna, tapi percaya dirinya melebihi yang sempurna. Dan itu membuat Linda kagum. Awal tau JAMAICA CAFE pas acara TARQ FAIR kalo gak salah th 96 apa 97 pas SMEA. Tadinya anti banget sama lagu dangdut, tiap kali adek atau siapa aja di rumah nyetel dangdut bawaannya tuh gak suka. Tapi pas JAMAICA CAFE nyanyi lagu kopi dangdut di acara TarQ Fair. Wuiiiiiiiiiiiih mulai dari jempol kaki, sampe jempol tangan trus goyang deh. Yihaaaaaa... KEREN...

Ngomong soal beda secara fisik, atau cacat fisik. Gak banyak yang tau kalo Linda punya cacat fisik. Cuma orang-orang dekat aja yang tau. Kebanyakan pada kaget pas dikasih tau. Hah, sumpah deh kalo gak dikasih tau gw gak tau. Begitu komentar kebanyakan orang yang Linda kasih tau.

Cacat Fisik itu gak Linda dapet dari lahir. Jadi pas umur 11 tahun sempet jatoh kepleset dengan posisi siku tangan kanan membentur jalanan yang disemen dengan memegang mangkok. Abis jatoh sih gak sakit cuma lecet aja. Pas dah beberapa bulan baru berasa. Tiap abis nulis di sekolah, ini tangan kanan rasanya pegel luar biasa. Mulai dari pangkal lengan sampai ke ujung jari pegelnya. Sama ibu cuma diolesin balsem aja. Sempet diurut juga sama pakdeh yang tinggalnya cuma beda 1 rumah. Eladala... ini tangan semakin bengkak, bengkaknya gak nanggung-nanggung bo segede betis. Trus sama bapak di bawa ke Haji Syarifudin (salah satu anaknya Haji Naim, tukang urut tulang di daerah Cipete). Kata Haji Syarifudin, engsel siku lengan kanan Linda menggeser. Di siku ada luka dalam. Ternyata itu adalah pembengkakan yang isinya sumsum. Linda sempet gak berdaya di atas tempat tidur selama satu bulan. Semua aktivitas dibantu sama ibu dan orang rumah. Haji Syarifudin berpesan, kalo luka itu sampe pecah tolong langsung bawa ke dokter. Bener aja, hari itu pas hari Jum'at. Linda yang tadinya mau bangun aja gak sanggup, tiba-tiba bisa bangun dari tempat tidur tanpa bantuan orang lain. Wuiiiiiih... senengnya bukan main. Langsung donk jalan ke ruang tamu. Ibu, bapak, dan semua orang di rumah kaget dan seneng luar biasa liat Linda dah bisa bangun dari tempat tidur. Gak lama, itu luka pecah. OMG, langsung deh Linda dibawa ke RS ditemenin kakak pertama sama ibu. Bapak gak tega liat kondisi Linda waktu itu dan sempet pingsan pas taxi yang bawa kita pergi ke RS melaju.

Nah sejak kejadian itu tangan kanan Linda cuma bisa lurus aja, gak bisa digerakin. Sama bapak, Linda di bawah ke sangkal putung di daerah klender. Nah disana penyiksaan pun dimulai. Tangan yang lurus ini dipaksa digerakkan sama yang ngobatin. Alhasil Linda teriak dan nangis sekenceng-kencengnya, sampe bapak pingsan dengernya. Ampun, sakit bo. Sakitnya sampe ke jantung. Kapok deh, gak lagi-lagi. Hasilnya tangan Linda nekuk aja gak bisa digerakin juga. Akhirnya berenti berobat disitu, pindah ke sangkal putung satu sampe ke sangkal putung lain sesuai rekomen sodara, tetangga, teman dll. Sampe ngabisin uang pensiun bapak tuh buat mondar mandir berobat. Akhirnya Linda capek ngerasain sakit karna diobatin. Trus Linda bilang sama bapak, udah pak gpp Linda ikhlas kok.

Nah dengan kondisi menekuk itu, Linda jadi bisa sholat. Coba kalo lurus aja, susah dan repot bo kalo mo sholat. Dulu sempet melakukan aktivitas dengan tangan kiri. Nulis, makan, semuanya tangan kiri. Tapi pas kondisinya nekuk, Linda berusaha untuk mengaktifkan tangan kanan. Gak enak euy beraktivitas pake tangan kiri. Oh iya, waktu SMP tangan kanan masih lurus doank. Pas ujian praktek voley, disuruh servis 10x. Bismillah, Linda servis pake tangan kiri. Linda bersyukur dapet temen-temen yang ngasih support bukan malah menghina kondisi Linda. "Ayo Lin, lo pasti bisa!" begitu teriak temen-temen sekelas. Alhamdulillah 10x servis, 7x masuk. :) Makasih teman-teman, I miss you all.

Sejak saat itu Linda berusaha untuk membangun kepercayaan pada diri sendiri dan bertekad untuk bisa punya kelebihan dari kecacatan yang dimiliki.

Dari SMP dah niat masuk SMEA (SMK), biar bisa langsung kerja kalo udah lulus. Pas SMEA ngambil jurusan sekretaris. Dan salah satu pelajarannya mengetik. Dari kelas 1 udah dibiasain untuk ngetik 10 jari tanpa melihat tuts. Tiap minggu ada ujian kecepatan mengetik. Awal-awal belajar mengetik 10 jari, ini jari pada kapalan dah. Maklum pake mesin ketik Kelurahan tuh. Sama bu Dewi Dharanawati (guru mengetik), semua tuts di mesin ketik dicat putih. Berkat didikan bu Dewi, alhamdulillah aku bisa mengetik 10 jari tanpa melihat tuts. Bahasa kerennya mah ten fingers system, blind system dan rythm system... halah. Makasih bu Dewi, pa kabarnya bu. Dah 10 tahun gak ketemu. Kangen nih bu. Rumahnya masih di belakang RS Pertamina bu?

Nah karna kemampuan mengetik 10 jari tanpa melihat tuts itu pula yang bikin Linda diterima kerja pertama kali. Dan kemampuan mengetik itu pula yang bikin Linda terselamatkan pas sidang skripsi kemaren. Jadi salah satu dosen pengujinya (Pak Iyung) pernah jadi dosen matkul JAVA. Pas pak Iyung ngetik coding, Linda juga ngetik. Trus pas pak Iyung, running program. Linda juga running. Trus dia nanya, sama gak hasilnya. Orang pertama yang bilang "sama pak", itu Linda. Trus pak Iyung nyamperin Linda, "gile cepet banget lo ngetiknya". Linda cuma mesam-mesem aja. Dan dari situ, pak Iyung hafal wajah Linda. Makasih pak dah nyelametin saya pas sidang kemaren.

Waktu tahun 2003 pernah rongtent berdasarkan saran Ibu Soraya (apa kabar bu? miss you so much). Untuk mengetahui kondisi siku lengan ini. Siapa tau masih bisa diperbaiki dari segi medis. Karna selama ini hanya lewat jalur alternatif aja. Dapet rekomendasi dari Mbak De untuk nemuin Dr. Ifran Saleh di RS Siaga. Pas ketemu sama Dr. Ifran Saleh, dia bingung.

"Siapa yang sakit?" tanya dokter ganteng

Saya dok, sambil mengulurkan dan menjelaskan kondisi lengan kanan. Seperti biasa dokter Efran nanya kenapa bisa begitu. Kuceritakan saja semuanya.

"Ok, di rongtent aja dulu ya. Biar ketauan hasilnya."

Dan berdasarkan hasil rongtent, menurut Dr. Ifran Saleh siku linda harus dipotong karna tulangnya sudah menyatu. Dan diganti dengan siku buatan. Biaya operasi sekitar 15jt + biaya siku buatan dari luar negeri (lupa euy dari negara mana) sekitar 35jt. Jadi total sekitar 50jt. WOW, it's a big price for me.

Sampe rumah, bapak nanya hasil rongtent. Linda ceritain apa yang dikasih tau sama Dr. Ifran Saleh ke bapak. Bapak kaget euy, dan sempet mau ngejual rumah buat biaya operasi. Linda bilang sama bapak, gak usah pak. Linda ikhlas dengan kondisi seperti ini. Gak perlu jual ini rumah, Linda udah banyak ngabisin uang bapak :). Lagipula Linda takut kalo diganti siku buatan, nanti malah bermasalah kan bikin repot. Linda rongtent cuma mau tau kondisinya gimana. Sekarang udah tau, ya udah gpp Linda ikhlas kok pak. Selagi gak merepotkan orang lain dan masih bisa berdiri di atas kaki sendiri. tsaaaaaath...

Kemaren mbak Hanna sempet nanya: "tapi Lin...ini If yah...ada 50jt dana yg tdk mengganggu siapa pun...akan kah Linda memperbaiki sikut mu?"

Gak mbak, makasih. Linda bersyukur dengan kondisi seperti ini. Dengan kondisi seperti ini Linda bisa ketemu dengan orang-orang luar biasa. Kalo tangan Linda normal, Linda gak tau deh bakal jadi apa. Soale dulu pengen banget jadi atlit taekwondo lah, nahkoda cewek lah. Macem-macem deh pokoknya :)

So buat kalian yang punya kekurangan secara fisik atau beda dari segi fisik. Jangan minder ya. Ayo gali kelebihan dari kekurangan yang ada. Banyak contohnya tuh, keq Anton Jamaica Cafe dan mas Sugeng pembuat kaki palsu yang digaet sama KICK ANDY.

Foto diambil dari wikipedia.