
Keriput di wajahnya menggambarkan berapa usianya
Tapi semangatnya menjalani hidup ini
Mengalahkan orang-orang muda
Yang senang menggantungkan hidupnya pada orang lain
Aku cemburu padamu mu mbah
"Semoga Allah menjadikanku jalan keluar bagi kesulitan & kesusahan orang lain"
Linda - Jakarta - Erwin's wife
Seseorang yang semakin tergila-gila bercinta dengan benang dan jarum rajut. Addicted with crochet. Berharap segera diamanahi putra putri yang shalih & shalihah
"Bu, harga buku paketnya 700ribu."
(ungkap seorang anak yang baru memasuki bangku SMU)
Uang 700ribu besar sekali nilainya. Apalagi untuk sebuah keluarga dengan 3 orang anak usia sekolah. Yang sulung SMU, sang adik kelas 6 SD, sedang bungsu TK. Dengan pendapatan keluarga sebesar satu juta empat ratus ribu rupiah setiap bulannya. Bisa dibayangkan bagaimana cara mereka membagi uang sebesar itu untuk keperluan selama satu bulan dengan 3 orang anak usia sekolah.
Jadi ingat jaman aku sekolah. Karena tidak sanggup membeli buku paket yang sangat mahal, maka aku mencari lungsuran buku paket milik kakak kelas. Kebetulan sebagian besar tetanggaku satu sekolah, jadi gak perlu bingung mencari lungsuran. Dan untungnya lagi buku paket saat itu tidak ganti untuk beberapa waktu lamanya.
Hal itu juga berlanjut ketika aku SMP, masih mengharapkan lungsuran buku dari kakak kelas. Ketika SMEA, aku membeli sebagian buku paket dan sebagian lagi aku fotocopy. Begitu juga ketika kuliah. Karena bayar kuliah dengan hasil keringat sendiri, jadi harus pintar-pintar membagi gaji yang diterima untuk bayar kuliah, biaya hidup dan menggantikan posisi alm bapak membayar listrik, telp dll. Alhasil jika disuruh membeli buku, aku memilih untuk fotocopy.
Gak pernah bermaksud membajak buku hasil karya orang lain. Ini semua dilakukan karena harga buku pelajaran yang sangat mahal. Berdasarkan pengalamanku itu, aku menyarankan pada si sulung agar meminjam buku paket temannya untuk difotocopy. Untuk meminimalkan pengeluaran dan agar tetap bisa mengikuti pelajaran di sekolah.
Kapan ya buku sekolah bisa murah? Perasaan kok murahan buku bacaan (novel, cerpen, komik) ya?
Gambar dari google
Pagi-pagi sampe kantor dah "kembrobyos" alias keringetan gara-gara AC kantor mati. SEMUANYA
Trus pas mau copy paste gambar dari digicam ke kompi, batu batrenya abis. Padahal dah di charge seharian penuh
Ditambah lagi pas buka MP surprise liat ada hacker di halaman depan MP. DEZIGH
Ada yg bisa bantu membasmi hacker ini dari MP ku? Pleaaaaaaaaaaase
Rencananya setelah lulus kuliah mau ambil kursus bhs Inggris. Soalnya selama mencoba mencari peruntungan di tempat lain selalu mentok di bhs Inggris.
Long wiken kemaren (Kamis & Jum'at) cari tambahan buat bayar kursus. Selama 2 hari manteng di depan kompi ngerjain pembukuan sampe ini bahu kaku rasanya.
Hari Sabtu cari informasi biaya kursus di 3 Lembaga bhs Inggris. WOW, amazing. Mahal banget bo! Uang hasil lemburan selama liburan ternyata masih kurang banyak. Hmmmm... mesti giat lembur nih.
Aku jadi berpikir, kapan ya pendidikan di negeri ini bukan jadi suatu hal yang mewah lagi. Biar semua rakyat di negeri ini bisa merasakan dunia pendidikan. Gak hanya mereka yang berduit saja yang bisa merasakan dunia pendidikan.
Semoga saja pendidikan murah bukan hanya sekedar mimpi. Semoga...