Showing posts with label Realita. Show all posts
Showing posts with label Realita. Show all posts

Wednesday, December 29, 2010

Romantisme Penjual Pecel


Keriput di wajahnya menggambarkan berapa usianya
Tapi semangatnya menjalani hidup ini
Mengalahkan orang-orang muda
Yang senang menggantungkan hidupnya pada orang lain
Aku cemburu padamu mu mbah

Thursday, July 31, 2008

Mahalnya Buku Pelajaran

"Bu, harga buku paketnya 700ribu."
(ungkap seorang anak yang baru memasuki bangku SMU)

Uang 700ribu besar sekali nilainya. Apalagi untuk sebuah keluarga dengan 3 orang anak usia sekolah. Yang sulung SMU, sang adik kelas 6 SD, sedang bungsu TK. Dengan pendapatan keluarga sebesar satu juta empat ratus ribu rupiah setiap bulannya. Bisa dibayangkan bagaimana cara mereka membagi uang sebesar itu untuk keperluan selama satu bulan dengan 3 orang anak usia sekolah.

Jadi ingat jaman aku sekolah. Karena tidak sanggup membeli buku paket yang sangat mahal, maka aku mencari lungsuran buku paket milik kakak kelas. Kebetulan sebagian besar tetanggaku satu sekolah, jadi gak perlu bingung mencari lungsuran. Dan untungnya lagi buku paket saat itu tidak ganti untuk beberapa waktu lamanya.

Hal itu juga berlanjut ketika aku SMP, masih mengharapkan lungsuran buku dari kakak kelas. Ketika SMEA, aku membeli sebagian buku paket dan sebagian lagi aku fotocopy. Begitu juga ketika kuliah. Karena bayar kuliah dengan hasil keringat sendiri, jadi harus pintar-pintar membagi gaji yang diterima untuk bayar kuliah, biaya hidup dan menggantikan posisi alm bapak membayar listrik, telp dll. Alhasil jika disuruh membeli buku, aku memilih untuk fotocopy.

Gak pernah bermaksud membajak buku hasil karya orang lain. Ini semua dilakukan karena harga buku pelajaran yang sangat mahal. Berdasarkan pengalamanku itu, aku menyarankan pada si sulung agar meminjam buku paket temannya untuk difotocopy. Untuk meminimalkan pengeluaran dan agar tetap bisa mengikuti pelajaran di sekolah.

Kapan ya buku sekolah bisa murah? Perasaan kok murahan buku bacaan (novel, cerpen, komik) ya?

Gambar dari google

Wednesday, July 04, 2007

Ketidak Ramahan Pengendara Motor

Di jalan raya saat ini aku perhatikan jumlah pengendara motor lebih banyak dari mobil. Kadang hal tersebut membuat para pengendara motor mengambil jalur yang bukan seharusnya. Seringkali kulihat mereka dengan seenaknya menggunakan trotoar. Padahal trotoar itu adalah tempat para pejalan kaki. Selain trotoar para pengendara motor juga sering melawan arah.

Kondisi seperti itu seringkali menimbulkan kecelakaan. Seperti yang dialami seorang sahabat waktu hari Minggu tgl 1 Juli 2007. Sahabatku ini ditabrak oleh macan yang melaju melawan arah dengan kecepatan tinggi, saat akan menyebrang. Kejadian tersebut membuatku semakin geram dengan pengendara motor yang semakin liar. Setelah kejadian itu, tak jarang yang mengatakan bahwa yang menyebrang jalan gak nengok kanan kiri. Siapa bilang gak nengok kanan kiri? Setalah aku dan Zun melihat kiri kosong, dg reflek kami menengok ke kanan dan macan itu dah menabrak Zun dg kencangnya.

Belum lagi saat melihat para sembalap liar yang dengan semena-mena mengendarai motor. Apa mereka tidak memperhatikan keselamatan dirinya? Lalu bagaimana dengan keselamatan orang lain? Semakin sepi jalanan, semakin liar para pengguna motor. Jangankan dalam kondisi sepi, dalam kondisi yang macet stuck aja tak jarang yang melajukan motornya dg kecepatan tinggi di jalur yang berlawanan.

Waktu Sabtu kemaren, aku mengubah trek bersepeda. Biasanya aku hanya keliling kampung, tapi kemaren aku melaju ke arah jalan raya. Kupikir hari libur kerja nih, kebetulan juga libur sekolah pasti sepi donk. Ternyata oh ternyata para pengendara motor itu semakin liar dan teramat sangat tidak ramah baik pada pengendara mobil, pejalan kaki, maupun aku yg sedang bersepeda. Pfiiuuuuuuuuuuuuuh...

Tak jarang aku melihat para pengendara motor yang masih belajar dan melaju di jalan raya. Untuk semua pengendara motor liar di jalan raya, aku selalu bilang bahwa mereka punya nyawa dobel. Kenapa begitu? Buktinya mereka gak peduli sama keselamatan dirinya sendiri. Seringkali saat aku nyebrang jalan, para pengendara mobil sudah berhenti, tapi pengendara motor bisa muncul dari arah yg tidak kita duga. Dan mereka sepertinya pelit memberi jalan untuk orang lain. Aku selalu pasang badan kalo nyebrang jalan, karna banyak pengendara motor yg gak mau berhenti dan malah melajukan motornya dg kecepatan tinggi. Seharusnya ada tindakan tegas dari petugas yang berwenang agar kondisi seperti ini tak terjadi lagi.

Monday, May 28, 2007

Tragedi Senin Pagi

Pagi-pagi sampe kantor dah "kembrobyos" alias keringetan gara-gara AC kantor mati. SEMUANYA

Trus pas mau copy paste gambar dari digicam ke kompi, batu batrenya abis. Padahal dah di charge seharian penuh

Ditambah lagi pas buka MP surprise liat ada hacker di halaman depan MP. DEZIGH


Ada yg bisa bantu membasmi hacker ini dari MP ku? Pleaaaaaaaaaaase

Monday, May 21, 2007

Pendidikan Menjadi Suatu Hal Yang Mewah

Rencananya setelah lulus kuliah mau ambil kursus bhs Inggris. Soalnya selama mencoba mencari peruntungan di tempat lain selalu mentok di bhs Inggris.

Long wiken kemaren (Kamis & Jum'at) cari tambahan buat bayar kursus. Selama 2 hari manteng di depan kompi ngerjain pembukuan sampe ini bahu kaku rasanya.

Hari Sabtu cari informasi biaya kursus di 3 Lembaga bhs Inggris. WOW, amazing. Mahal banget bo! Uang hasil lemburan selama liburan ternyata masih kurang banyak. Hmmmm... mesti giat lembur nih.

Aku jadi berpikir, kapan ya pendidikan di negeri ini bukan jadi suatu hal yang mewah lagi. Biar semua rakyat di negeri ini bisa merasakan dunia pendidikan. Gak hanya mereka yang berduit saja yang bisa merasakan dunia pendidikan.

Semoga saja pendidikan murah bukan hanya sekedar mimpi. Semoga...