Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Monday, May 09, 2011

Dua Karakter Yang Nyentrik


Aku tau nama Chiaki Senpai (Tamaki Hiroshi) ketika nonton Dorama Jepang "Nodame Cantabile". Dalam Dorama itu, Chiaki adalah salah seorang yang mempunyai bakat di bidang musik. Impian terbesarnya adalah menjadi Conductor. Orangnya nyentrik, kasar sama wanita, tapi pinter masak. Pribadi yang benar-benar menggemaskan.

Nah ada 1 lagi pribadi yang nggak kalah nyentrik. Masterchef Juna, pertama kali melihatnya di acara Masterchef Indonesia yang ditayangkan salah satu stasiun tv swasta Indonesia. Kritikan yang diberikan benar-benar membuat jantung berdegub kencang. Entah kenapa dia senang sekali memberikan kritik dengan ekspresi datar dan kata-kata yang pedas. Padahal kalau tersenyum, pfiuuuuuuuuuuh maut senyumnya.

Aku takjub ketika melihat Masterchef Juna membersihkan udang dan memotong ayam menjadi 8 bagian dengan sempurna. Wow, lihai sekali tangannya memegang pisau. Tanda-tanda kalau Masterchef Juna menyukai makanan yang dicicipinya, dia akan menambah suapan ke mulutnya. Dan ketika dia tidak menyukai rasa masakan yang dicicipinya, alisnya akan meninggi.

Yang satu karakter dalam film, kalau yang satu lagi karakter dalam kehidupan nyata.


foto masterchef juna diambil dari: http://www.frvtravel.com/2011/the-funky-chef/

Wednesday, March 30, 2011

Saat Kumelepasmu


Sebenarnya berat melepas mas Clover ke tangan orang lain, mengingat jasanya telah membantuku berkarya dalam puluhan project. Tapi aku juga tak bisa menahannya, karena akan mubazir.

Saat ini tugas mas Clover sudah tergantikan oleh mas Ergo. Jadi dengan berat hati kulimpahkan mas Clover kepada yang berminat. Padahal waktu itu ketika membelinya, aku harus mengorbankan uang kuliah.

Terima kasih mas Clover untuk jasamu selama ini, semoga kau lebih bermanfaat bersama pemilik barumu.

Monday, November 29, 2010

Kesan Pertama Di Tempat Kost Baru

Kemarin (Minggu, 28112010) akhirnya aku memutuskan untuk pindah kost di tempat yang baru. Di tempat kost yang sekarang, aku berdua sama Rahma. Kemaren dibantuin pindahan sama Ubek, Syifa & Upin. Lumayan capek bo, selesai pindahan sempet minta kerokin sama kakak pertama yang dateng sama anak bungsunya (Rafif).

Gara-gara udara terik jadi bikin haus dan capek mondar mandir ngangkut barang. Bawaannya mau minum air dingin terus. Alhasil jadi tepar deh. Kepala pusing, badan rasanya gimana gitu. Alhamdulillah sekarang sudah sehat lagi.

Kemarin sore, waktu mau nganter kakak dan ponakan pulang. Ada yang ketok pintu kamar, dan ternyata salah satu tetangga sebelah kamar. Dia datang membawa oleh2 (bagelen) dan langsung terjadi perkenalan singkat. Subhanallah, beda banget sama tetangga sebelah kamar di kost yang lama.

Selain itu, aku dan Rahma dapat kipas angin besar yang baru di beli sama ibu kost. Alhamdulillah, rejeki.

Dan yang bikin aku senang, karena rumah kost yang sekarang persis di depan mesjid. Jadi benar-benar ngerasa adem. Selalu denger suara adzan yang selama ini kudambakan. Udah lama banget pengen tinggal di deket mesjid. Alhamdulillah sekarang kesampean.

Dear Ubek, Syifa dan Upin. Makasih ya udah mau direpotin bantu-bantu pindahan. Maafkan nggak bisa traktir di tempat mahal, maklum lagi bokek bo :D Thank you so Much.

Friday, November 12, 2010

Pindah Kost


Baru 2 minggu nge-kost di tempat yang sekarang, rasanya udah nggak betah. Tingkah tetangga sebelah kamar yang semakin meresahkan. Gedebag... gedebug kayak cuma dia aja penghuninya. Whuuuuuuuuuuuaaaaaa

Belum lagi ceceran 2 orang kakak yang ikut nganter, mereka cerita ke ibu kondisi kost yang sekarang. Ibu langsung nyuruh pindah ke tempat yang lebih baik. Lantaran tidurnya cuma pake kasur.

Akhirnya keliling cari tempat kost yang lebih baik. Alhamdulillah kemaren nemu, 1 kamar berdua. Dan udah dapet temen sekamarnya.

Ruangannya jauh lebih besar, ada 2 spring bed plus 1 tempat tidur cadangan kalo ada yang nginep. Yang kost cewek semua. Semoga yang ini bikin betah. Jadi nggak punya utang ke ibu, karena kalo belum pindah bisa-bisa ibu kepikiran terus anaknya tidur di lantai cuma pake kasur.

Insya Allah rencananya pindah akhir bulan, sayang uang kost yang udah dibayar ke tempat yang sekarang ;)

Wednesday, November 03, 2010

Kost Day 3


Hari ke-2 nge-kost ibu telp, katanya gak bisa tidur karena mikirin anaknya yang kost. Maklum selama gak ada bapak, aku tidur berdua ibu. Jadi mungkin kesepian, temen tidurnya nge-kost.

Trus ibu bilang Ikhsan (ponakan no. 6), malem2 ngambek ngajak ke tempat kostku. Weleh, padahal kalo aku di rumah. Ikhsan sering banget tuh bikin jengkel. Eh malah dia yang kehilangan. Pfiuuuuuh...

Hari pertama nge-kost, sempet shock sama tetangga sebelah kamar. Yang super duper pro aktif dengan suara. Mulai dari suara klontang klonteng piring, sendal yang digeser, sampe-sampe cara dia mengibaskan pakaian aja bikin aku kaget. Astaghfirullahaladziim... Kalo kata mbak Dini, rempong banget deh, di kamar mandi aja rempong.
Senin sore, dapat kunjungan dari Tri dan Syifa yang kost-nya gak jauh dari tempat kost-ku. Syifa minta ajarin Yubiami, dan Tri minta dibuatkan sesuatu yang spesial. Makasih ya udah dikunjungi, maklum kesepian nih biasa dikerumuni pasukan bodrex (ponakans) kalo di rumah.

Selasa sore, dapat kunjungan dari mbak Dini yang lagi cari kost dan Silvi. Setelah itu aku ikut mbk Dini dan Silvi kunjungan ke tempat kost Tri. Hmmmm bahagianya Tri, tempat kostnya gede, bangunan baru, dan nyaman. Ada satu kamar di lantai 3 yang kosong, pengen sih pindah kesitu biar ada temennya, tapi iseng kalo di atas sendirian :D.

Hmmmm... doakan semoga daku segera dapat teman di tempat kost yang sekarang, biar ada yang diajak ngobrol.

Note: Ikhsan yang pakai kaos biru.

Monday, November 01, 2010

Akhirnya Nge-Kost Juga

Sebelum memutuskan untuk kost, ku mohon petunjuk pada Nya. Alhamdulillah Allah menunjukkan jalannya. Awalnya berat meninggalkan ibu. Tapi aku harus memutuskan. Akhirnya kuputuskan untuk kost di dekat kantor. Agar kreativitasku tidak terhambat karena waktuku terbuang percuma di perjalanan (rumah-kantor-rumah).

Hari pertama di kost-an, kuperhatikan hanya teman sebelah yang paling aktif mengeluarkan suara. Dari mulai jalan, makan, sampai nyetel tv or music yang lumayan nembus sampai kamarku. Hmmmm... dan orangnya pun tak membalas senyumanku. Cuekin aja.

Masih berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru. Semoga betah.

Ya Rabb, kutitipkan ibu dan keluargaku padaMu. Tolong angkat semua penyakit yang ada pada ibuku. Tolong sembuhkan pusing di kepalanya. Tolong normalkan tekanan darahnya. Sehatkan jiwa dan raganya. Terima kasih ya Rabb.

Wednesday, October 06, 2010

Pilihan Yang Sulit

Akhir-akhir ini Jakarta macetnya makin parah. Untuk daerah Ciledug saja banyak dibangun perumahan dan apartemen. Tapi akses jalan raya tidak diperbaiki. Pengguna jalan juga tidak tertib, angkutan umum dan para pengendara sepeda motor.

Angkutan umum seringkali menaikkan dan menurunkan penumpang di tengah jalan. Ngetem seenaknya sendiri. Jalan merayap dengan alasan nyari penumpang. Bahkan tak jarang yang ugal-ugalan. Semua alasannya karena kejar setoran. Pfiuuuuuuuuh... Entah sampai kapan akan seperti ini.

Aku mulai tak sanggup dengan kemacetan yang semakin parah. Berangkat dari rumah jam 06.00 WIB, tiba di rumah paling cepat jam 18.00 WIB. Sempat bilang ke ibu untuk nge-kost di dekat kantor, biar nggak capek di jalan.Justify Full

Beberapa hari yang lalu ibu mengijinkanku untuk kost. Tapi aku malah bingung. Karena tak tega meninggalkan ibu. Tapi kalau setiap hari macet-macetan terus, bikin bete dan bener-bener wasting time.

Pfiuuuuuuuuh... benar-benar pilihan yang sulit. :(

Friday, January 15, 2010

Tagihan PLN-ku Melonjak 3x Lipat


Waktu tanggal 12 Januari kemarin sempet shock ketika melihat tagihan listrik-ku yang tertera di mesin ATM, 3x lipat dari tagihan bulan Desember. OMG, apapula ini. Perasaan pemakaiannya gak jor-jor-an deh. Lagi pula masih sempat ngerasain mati lampu beberapa kali.

Berdasarkan saran teman-teman, akhirnya kemarin aku memutuskan untuk cuti demi mengurus tagihan listrik yang MENGGILA.

Sampai di kantor PLN Kreo langsung ke bagian CS. Disana aku infokan mengenai tagihan listrik-ku bulan Januari yang naik sampai 3x lipat. CS-nya langsung ngecek pemakaian listrik sesuai struk pembayaran listrik yang kutunjukkan.

"Mbak, kaca di meteran listriknya burem. Jadi kami mengira-ngira pemakaian listriknya. Kemungkinan ada kesalahan ketika pencatatan. Bisa jadi ini karna salah pencatatan di bulan-bulan sebelumnya, jadi tagihannya di-akumulasikan ke bulan Januari. Saya buatkan surat pengaduan, kalau memang ada kesalahan perhitungan akan dikompensasi ke tagihan bulan berikutnya."

Begitu penjelasan dari CS-nya.

HAH! GILA ya, enak banget main kira-kira aja. Dia pikir duit tinggal metik gitu. Ampun deh! Mulai bulan depan sebelum bayar tagihan listrik akan aku catat meterannya biar kalo gak sesuai gak dibayar dulu. Ada yang pernah mengalami hal serupa kah? Yuk sharing!

Wednesday, November 04, 2009

Gara-Gara Tabloid Peluang Usaha

Baru kali ini no hape-ku di publish di tabloid. Aku nggak nyangka, karena biasanya yang di publish hanya alamat blog.

Banyak yang telp dengan aneka ragam penawaran. Yang paling pertama menawarkan jasa pasang iklan di tabloid bisnis, entah apa namanya. Berikutnya ada yang telp berkali-kali, katanya dari Cirebon mau order 1 set sarung bantal kursi & taplak meja.

Kemarin ada yang sms mau order tas laptop, giliran disuruh kirim ordernya ke email sampe hari ini gak ada tuh emailnya.

Ada juga yang sms nawarin pinjaman yang cepat dan mudah. Macam-macamlah orang yang menghubungi. Dan tadi pagi ada yang telpon dari Surabaya, katanya pabrik benang. Dia mau nawarin benang-benang produksinya. Kubilang untuk kirim infonya ke email. Tapi bapak itu malah mau kirim contohnya ke rumah. Baiklah, kita tunggu aja bener nggak tuh bapak.

Udah komplen ke wartawan Peluang Usaha mengenai hal ini, lain kali kalo mau publish no hape orang harus ijin yang bersangkutan. Pfiuuuuuuuuuh....

Wednesday, September 30, 2009

Jangan Sepelekan Jika Flue Menyerang

Dalam satu bulan ini, aku pergi ke-3 dokter yang berbeda. Awalnya karena ngerasa pusing dan gak enak badan.

Diagnosa dari dokter pertama: tekanan darah 100/70. Obat dari Dokter pertama dah dilahap abis, tapi kok pusing dan rasa gak enak badannya masih juga menyerang.

Pergi ke dokter yang ke-2, hasil diagnosa: tekanan darah 90/60, dikasih obat flue dan antibiotik. Obat flue dah abis, tapi antibiotik masih 1. Pusingnya masih gak ilang juga. Tapi flue-nya dah mendingan dah gak meler lagi.

Diagnosa dokter ke-3: tekanan darah 100/70,penyebab pusing bisa karna beberapa kemungkinan. Bisa karna flue yang tak kunjung sembuh takutnya jadi sinusitis. Atau ada masalah dengan gigi. Selain itu bisa juga karna ada masalah dengan THT.

Dikasih obat flue, antibiotik, obat pusing, obat pusing sekali. Alhamdulillah pusingnya udah ilang, flue juga dah pergi. Tapi kok sekarang tenggorokannya yang gak enak. Hiks... hiks... dah 2 hari nih minum adem sari. Berharap rasa tak enak di tenggorokan segera pergi. Masa sih harus ke THT


Dalam satu bulan ini, aku pergi ke-3 dokter yang berbeda. Awalnya karena ngerasa pusing dan gak enak badan.

Diagnosa dari dokter pertama: tekanan darah 100/70. Obat dari Dokter pertama dah dilahap abis, tapi kok pusing dan rasa gak enak badannya masih juga menyerang.

Pergi ke dokter yang ke-2, hasil diagnosa: tekanan darah 90/60, dikasih obat flue dan antibiotik. Obat flue dah abis, tapi antibiotik masih 1. Pusingnya masih gak ilang juga. Tapi flue-nya dah mendingan dah gak meler lagi.

Diagnosa dokter ke-3: tekanan darah 100/70,penyebab pusing bisa karna beberapa kemungkinan. Bisa karna flue yang tak kunjung sembuh takutnya jadi sinusitis. Atau ada masalah dengan gigi. Selain itu bisa juga karna ada masalah dengan THT.

Dikasih obat flue, antibiotik, obat pusing, obat pusing sekali. Alhamdulillah pusingnya udah ilang, flue juga dah pergi. Tapi kok sekarang tenggorokannya yang gak enak. Hiks... hiks... dah 2 hari nih minum adem sari. Berharap rasa tak enak di tenggorokan segera pergi. Masa sih harus ke THT :(

Wednesday, April 15, 2009

Yang Namanya Hutang Tetap Harus Dibayar

Bagaimana sikapmu jika ada seseorang yang mengganggap lunas hutangmu? Ketika ditanya alasannya hanya menyebutkan "anggap aja lunas."

Aku tau niatnya baik, tapi maaf aku tak bisa menerimanya. Karena bagaimanapun hutang tetap harus dibayar. Walau dengan cara dicicil sesuai akad yang telah disepakati.

Justru kita harus mengingatkan orang yang berhutang kepada kita, karena hutang itu urusannya berat. Jadi sekali lagi maaf ya, terima kasih untuk niat baiknya.