[Hadis riwayat Abdullah bin Amru]Rasulullah SAW. pernah bersabda: Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang.
Hmmm.... Aku bingung sama mereka yang suka tidak jujur. Kenapa sih mesti gak jujur? Aku pernah punya teman yg hobinya bohong, pasti gak percaya deh? Sebut aja "X", dia ini hobi banget bohong. Gak sama ortunya, gak sama bosnya, apalagi sama temen2nya. Tadinya aku gak tau kalo dia ini pembohong. Ketauannya juga setelah dia berhasil merusak persahabatan aku dan beberapa teman. Yup, dengan hobinya itu dia berhasil merusak persahabatanku dg beberapa temanku. Dan dia gak sadar akan hal itu.
Dan sejak dia berhasil merusak persahabatanku dg beberapa teman, aku tak mau lagi berhubungan dengannya. Mana ada teman yang baik berbohong? Bagiku kejujuran itu sangat penting. Mungkin dia berpikir, dg dia berbohong akan mendapat simpati dari teman2nya. Padahal dia salah besar. Saat orang lain tau dia berbohong, mereka pasti akan sangat kecewa dan susah utk percaya sama dia. Mungkin hobinya berawal dari kebohongan2 kecil yang sering dia lakukan. Dan tanpa sadar, hal itu sudah menjadi kebiasaannya. Semestinya mereka yang suka berbohong menempatkan diri bagaimana rasanya dibohongi!
Aku sedih dan prihatin sama mereka yang suka bohong. Apakah mereka tidak sadar bahwa sebenarnya mereka telah membohongi dirinya sendiri? Memang saat dia berbohong, orang lain tidak tau. Tapi dia lupa kalo ada yang selalu memperhatikan gerak gerik kita. Ada yang selalu mencatat setiap perkataan yg kita ucapkan dan perbuatan kita. Ada yang akan meminta pertanggung jawaban atas semua perkataan dan perbuatan kita di hari akhir nanti. Ya... benar, Dia Yang Maha Tau akan memintakan pertanggung jawaban pada kita semua.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berbicara yang baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.
Friday, June 02, 2006
Kenapa Tak Jujur?
Buku Perdana Blogfam

Penerbit: Penerbit Cinta
Kata pengantar oleh Labibah Zain a.k.a Maknyak
Penyusun: Benny Rhamdany dan Elsa W
Indra Bruggman - Bintang Sinetron
"Banyak cara jadi remaja yang lebih oke. Salah satunya lewat buku yang ringan namun sarat makna ini."
Icha Rahmanti - penulis Cintapuccino dan Beauty Case
"Manis, menyentuh, dan inspiratif ... untuk semakin mengerti bahwa dari sesuatu yang berbeda bisa saling melengkapi dengan indahnya. Seindah cinta orangtua dengan anak-anak mereka yang (konon) tanpa syarat."
Primadonna Angela - Penulis Jangan Berkedip!
"Menyentuh hati ... Sungguh, membaca buku ini membuat saya lebih menghargai apa yang saya miliki!"
Luna TR. - Penulis trilogy Sweet Angel
"Wajib dibaca para remaja untuk menghadapi keinginan orang tua yang kadang-kadang nggak sesuai dengan hati nurani kita. Apalagi ini berdasarkan kisah nyata."
Elly Risman S.Psi - Psikolog anak dan remaja. Direktur yayasan kita dan buah hati
"Buku ini bisa jadi panduan agar orangtua dapat menghindari terjadinya bongkahan keras di hati remaja. Sehingga iklim psikologis rumah jadi lebih nyaman, serta mengetatkan jalinan kasih antara remaja dan orangtuanya."
K. Atmojo - Editor dan publisher Majalah Cerita Kita
"Buku ini memberi banyak contoh bagaimana konflik remaja dan orangtua bisa terjadi. perbedaan bisa menimbulkan riak-riak pertengkaran remaja dan orangtuanya."
On store 24th June 2006.
Inilah buku perdana yang ditulis beberapa anggota Blogfam yang berisi mengenai "Kisah Nyata" dari para penulis ataupun orang² yang dekat dengan penulis. Berisi tentang konflik dengan orang tua yang terjadi saat remaja.
Sebelum buku ini diterbitkan, Blogfam bekerjasama dengan Penerbit Cinta mengadakan penyeleksian yang sangat ketat. Dan mereka yang ceritanya terpilih dan diterbitkan dalam buku ini adalah cerita yang terbaik yang masuk ke penyelenggara. Bangga euy jadi anggota Blgofam, walaupun tulisanku gak masuk nominasi tapi aku senang akhirnya Blogfam menerbitkan buku.
Buku ini harus, kudu, wajib, mesti dibaca. Jangan lupa beli ya ;). Oh ya insya Allah launching buku ini dilaksanakan pada:
Hari : Sabtu
Tanggal: 1 Juli 2006
Pukul : 15.00 WIB - selesai
Tempat : MP Book Points.
Jl. Puri Mutiara Raya No. 72, Cipete - Jakarta Selatan
Tel. +62 21 75910212
Yang mau ketemu sama para penulisnya & dapat tanda tangan harus datang ke acara ini. Ayooo.... ayo... pada beli ya ;)
Thursday, June 01, 2006
Bila Waktu Tlah Berakhir
Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yang sementara
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
Meninggalkan dirimu
Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masikah ada jalan bagimu untuk kembali
Mengulangkan masa lalu
Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yang ada akan
Kembali padaNya
Bila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu tlah terhenti
Teman sejati tingallah sepi
Opick
--------
Sejak kejadian yang menimpa saudara² kita di Jogja dan sekitarnya, semua orang ingin ikut berpartisipasi untuk meringankan beban mereka. Mengumpulkan sumbangan, baik dalam bentuk uang, bahan makanan, pakaian, obat2an dll. Sekecil apapun bantuan kita, pasti akan sangat berarti bagi mereka.
Tapi aku heran, kenapa masih saja ada orang2 yang memanfaatkan keadaan walaupun dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Sebuah sms yang masuk ke salah satu stasiun radio di Jakarta mengatakan: "Ada yang menjual mie instan seharga Rp. 5.000,- per bungkus atau Rp. 100.000,- per kardus." Astagfirullah.... tega banget ya yang melakukan itu. Dimana hati nuraninya??? Orang lagi ditimpa musibah malah dimanfaatkan. Aku hanya mengelus dada, prihatin dan sedih mendengarnya. Semoga Allah membukakan pintu hati dan menyadarkan mereka yang memanfaatkan keadaan.
Aku dengar dan melihat dari media elektronik, masih banyak korban yang belum mendapatkan bantuan sama sekali karena mereka berada di pelosok. Sebenarnya ingin sekali aku membantu mereka disana. Jika aku memaksakan untuk tetap pergi, berarti periode besok aku harus cuti kuliah. Egois ya aku, masih bisa memikirkan kuliah. Padahal mereka untuk makan saja harus menunggu bantuan datang. Maafkan aku Tuhan, atas keegoisanku. Karena itu pilihan yang sangat berat bagiku saat ini. Rasanya tak cukup untuk menebus keegoisanku, jika aku hanya bisa mengumpulkan beberapa rupiah untuk membantu mereka.
Jum'at atau Sabtu ini, mbakku sayang & adiknya akan berangkat ke Jogja. Mereka akan berkumpul dengan para Blogger Jogja. Hati² di jalan ya mbak, salam untuk teman2 disana. Semoga dimudahkan dan dilancarkan segala urusannya, amin.
Terima kasih untuk teman2 yang sudah berpartisipasi membantu meringankan beban saudara2 kita. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan membimbing kita semua. Melimpahkan berkah, rahmat & ridhoNya. Melipatgandakan amal & ibadah kita semua. Mengabulkan semua doa kita dan membuat hidup kita semakin berkah, amin Allahumma amin.
Dan bagi yang sedang sakit Syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman: Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakitnya setelahnya, amin.
