Friday, August 06, 2004

The Story of My Lovely Little Brother

The Story of My Little Brother
Kemaren sore gw terima buat adek gw. Dari nada pertama gw dah bisa tebak kalo itu tlp panggilan kerja karna dia menyebutkan nama lengkapnya ade gw. Langsung gw lari ke teras samping nyamperin ade gw yg lagi leyeh². "De ada telp tuh, keknya sih panggilan kerja deh". Trus dia langsung bangkit dan gw ikutin dia sambil bawa kertas dan bulpen trus duduk di samping dia. Dia mengulangi alamat dan no tlp yg dikasih sama si penelpon itu, trus tanpa ba...bi..bu.. gw langsung mencatatnya . Setelah ade gw menutup tlp, trus gw langsung membombardirnya karna gw pikir panggilannya utk hari ini "udah potong rambut sana, itu jenggot dicukur, siapin poto & berkas².. bla...bla...bla..". Trus ade gw bilang "masih hari senin mba".... dan spontan gw menjawabt "ooooooooooooooh"

Ini panggilan kerja yg kesekian utk ade gw. Terakhir dia dpt panggilan kerja dan mengikuti beberapa macam tes di Nissan Mobil. Semua tes lulus, kecuali tes kesehatan. Dia dibilang perokok berat , itu gw bisa terima. Selain itu dia ga diterima karna kakinya yg cacat.

Th 2000 tepatnya tgl 28 Oktober, ade gw mengalami kecelakaan motor. Motor yg dikendarainya ditabrak oleh sebuah mobil pick up, dan pelakunya ga mau bertanggung jawab. Kecelakaan itu menyebabkan tulang di pangkal paha kiri ade gw menggeser, dan itu menyebabkan kakinya jadi panjang sebelah. Selama 3 bulan, dia tergeletak tak berdaya di atas t4 tidur. Gw sama nyokap dan juga alm. bokap yg dg sabar mengurusinya. Waktu kejadian itu, dia bener² down dan hilang rasa percaya dirinya. Setiap dia mendengar ada suara temannya yg datang membesuk, dia pasti ga mau menemui mereka. Dg segenap kemampuan dan kesabaran gw berusaha mengembalikan rasa percaya dirinya. Dan gw menekankan ke dia "De, boleh aja kita cacat. Tapi dari kecacatan kita, jadiin kelebihan buat kita. Dan tunjukin sama mereka yg ngejek elo, kalo elo lebih dari mereka!" Dari situ dia mulai bangkit, dan alhamdulillah sekarang rasa percaya dirinya dah bener&sup2 kembali.

Selama ini dia memang ga pernah kirim lamaran, karna dia minder dg keadaan dirinya. Karna sampai saat ini, masih banyak orang yg meremehkan dia karna kecacatannya tanpa melihat kelebihan yg dia miliki. Dan dia berniat utk buka bengkel, karna dia memang lulusan STM Otomotif. Gw selalu berusaha mencari info ttg lowongan, terus menyiapkan semua berkas², mulai dari bikin surat lamaran kerja sampai data² akademiknya gw yg siapin semua. Karna gw yakin, dg kemampuan yg ade gw miliki. Pasti suatu saat, Allah akan memberikan jalan yg terbaik buat dia.

Ade gw ini, supel banget. Dia itu bener² menjunjung tinggi kesetiakawanan , makanya ga heran kalo temennya banyak dan dimana² *bukannya membanggakan loh, tapi kenayataan*. Sekarang dia aktif di FORKABI (Forum Komunikasi Anak Betawi). Walau kita bukan dari kel betawi asli, tapi kita lahir dan besar di betawi, jadi dah dianggap sbg anak betawi juga. Dia juga pernah menjadi figuran di salah satu sinetron, walau tampangnya ga keliatan jelas, cuma sepedanya aja yg keliatan. Maklum aja dia dipilih dari tim BMX rider , tapi sekarang dia dah meninggalkan BMX rider-nya dan fokus ke FORKABI. Walaupun selama lulus sekolah dia jobless, tapi dia ga diem aja. Dia ini termasuk jago marketingnya, soale kalo ada yg mo jual motor or rumah or apa gitu, sama dia insya Allah cepet deh.. *promosi mode on*

Ya Allah, ya rahman, ya rahiim.....
Bimbing & tuntunlah adikku
Agar ia selalu dalam ridho & lindunganMu
Berkahilah setiap langkah yg ia jalani
Berikanlah yg terbaik utknya
Jadikanlah ia hambaMu yg penuh manfaat
Baik di dunia, maupun di akhirat kelak
Amin


Gw berharap banget, ade gw bisa segera mengamalkan ilmu yg dia miliki di dunia kerja. Kalo memang perusahaan yg akan dia datengi hari senin itu yg terbaik utknya, semoga Allah SWT memudahkan jalannya.

Oh iya, ada yg tau ga dimana t4 mesen sepatu yg murah meriah??? Karna tgl 9 ini ade gw ultah & gw pengen banget ngasih dia sepatu biar pincangnya ga keliatan. Please gw butuh banget infonya, thanx guys


Wednesday, August 04, 2004

Agung Etti Hendrawati - Jilbab Bukan Halangan



Pernah denger nama Agung Etti Hendrawati??? Pertama kali gw denger nama dia waktu nonton liputannya di tv. Tapi sayang gw ga bisa dapetin fotonya walau dah search di google. Ini hasil laporan dari Endro Yuwanto:

Ia menjadi satu²nya atlet yang berpakaian rapat, sementara lawan-lawannya mengenakan celana pendek dan kaos tanpa lengan. Melalui nama Etti Hendrawati, panjang tebing tercatat sebagai cabang olahraga yang sempat mengharumkan nama Indonesia di luar negeri. Tak hanya lantaran atlet asal Yogyakarta itu menyabet medali emas nomor speed climbing Kejuaraan Dunia Panjat Tebing ESPN X di San Fransisco, AS, tahun 2000 lalu, tapi juga merupakan atlet Muslim pertama yang menjadi juara di ajang penuh tantangan tersebut bahkan bagi kaum pria sekalipun.

Etti tetap konsisten mengenakan jilbab saat bertarung di arena panjat tebing. Dengan kerudung yang selalu membalut kepala, ia telah melanglang-buana dan menorehkan prestasi tingkat dunia.

Anak ketiga dari delapan bersaudara ini mulai tertarik pada olahraga panjat tebing selepas SMA, tepatnya tahun 1993. Ketika masih duduk di bangku SMA Negeri I Wonosari, Yogyakarta, ia aktif mengikuti kelompok pecinta alam. Salah satu kegiatannya adalah mendaki gunung di Jawa Tengah, seperti Gunung Lawu, Semeru, Sumbing, dan Merapi. Ketertarikannya pada panjat tebing berawal ketika diajak salah seorang temannya menonton eksibisi panjat tebing di kampus IKIP Yogyakarta. ''Setelah itu saya mulai ikut bergabung dengan klub Apache di Yogya. Itu pun karena diajak teman,'' tuturnya seperti dikutip Indomedia.com. ''Mungkin karena sebelumnya suka naik gunung jadi tidak seberapa aneh. Kebetulan ada yang ngajak ikut, saya coba saja. Ternyata asyik. Sejak itu saya tekun berlatih. Awalnya, teman saya meminjamkan peralatan berupa sepatu dan tali.''

Sebagai pemula, Etti mengaku sempat takut ketinggian. Kepalanya terasa pusing. Tapi lama-kelamaan ia terbiasa. Adanya tali pengaman membuat ia kian berani sehingga rasa takut surut dengan sendirinya. ''Alhamdulillah, sampai saat ini saya belum pernah jatuh atau cedera yang parah. Paling-paling keseleo,'' cetusnya. Etti mengaku mengalami kenikmatan tersendiri saat berhasil menempuh jalur yang sulit, atau berhasil mencapai puncak dengan waktu yang relatif singkat. Apalagi jika ia mampu melompati beberapa tahapan dan mengalahkan para pesaingnya.

Baru tiga bulan mengenal panjat tebing, Etti langsung berprestasi. Ia menempati peringkat empat nasional untuk pemula di Malang. Sebulan kemudian, ia sudah bertengger di peringkat enam nasional untuk kategori umum di kejuaraan di Bandung.''Sejak itu saya makin yakin bisa berprestasi, dan merasa terpacu untuk terus berlatih. Sampai-sampai kuliah saya di ASMI (Akademi Sekretaris Manajemen Indonesia) Yogyakarta ikut terbengkalai,'' kenangnya. Lantaran mengorbankan kuliah, orang tua Etti sempat melarang kegiatan putrinya. ''Awalnya orang tua memang melarang, apalagi olahraga ini dianggap olahraga keras dan lebih sering kumpul sama cowok,'' ujarnya. Akhirnya pihak keluarga bisa mengerti. Ini setelah mereka menyaksikan bakat dan kemampuan Etti. Dari dalam negeri, ia mulai merambah ke luar negeri. Kejuaraan pertama di luar negeri yang diikutinya adalah kejuaraan di Singapura tahun 1997. Dari sini, medali demi medali diraihnya dalam perlombaan tingkat internasional. Pada kejuaraan Asia di Iran misalnya, ia menyabet medali perak. Ia pun tiga kali menjadi wakil Asia yang terjun di kejuaraan dunia.

Mengenai jilbab yang selalu dikenakannya selama beraksi, dengan tegas Etti menjawab jilbab bukanlah halangan untuk berprestasi di arena panjat tebing. Saat bertanding di luar negeri, tak sedikit orang yang menanyakan soal jilbab. Sebenarnya sudah cukup lama Etty ingin berjilbab. Ia sempat ragu-ragu sehingga berniat menundanya hingga pensiun dari arena panjat tebing. Namun, pada tahun 1999, berkat dorongan Nurochman Rasyid atlet nasional panjat tebing yang lantas menjadi suaminya ia pun mantap untuk mengenakan jilbab, yang ternyata tidak menghalangi aktivitasnya. ''Kalau di Indonesia mungkin sudah dianggap wajar, tapi di luar negeri banyak yang bertanya; Kamu sedang sakit ya, Kamu sudah menikah ya. Itu keheranan mereka. Saya sendiri tak merasa terhalang dengan mengenakan jilbab saat bertanding,'' ujar Etti.

Asian X-Games tahun 1999 di Phuket, Thailand, adalah kejuaraan pertamanya dengan mengenakan jilbab. Atlet dari negara lain yang mengenalnya dibuat kaget dan bertanya-tanya. ''Saat bertanding saya memang tidak merasa canggung. Tapi, ketika ditanya mengapa tidak sejak dulu memakai jilbab, saya sulit menjawabnya,'' kata atlet kelahiran Gunungkidul, 11 Mei 1975, ini. Ketika bertanding di AS, Etti justru percaya diri. Ia menjadi satu-satunya atlet yang berpakaian rapat, sementara lawan-lawannya mengenakan celana pendek dan kaos tanpa lengan. Sebelum terjun, Etty sudah bertanya kepada panitia apakah boleh mengenakan pakaian rapat. Panitia memberi kelonggaran, ia pun bisa tetap berjilbab saat bertanding. ''Kaos dan celana yang diberikan panitia tetap saya pakai, tapi di luar,'' jelasnya.

Agung Etti Hendrawati Lahir: Gunung Kidul, Yogyakarta, 11 Mei 1975 Tinggi/berat: 165 cm/44 kg
Domisili : Yogyakarta
Status : menikah dengan Nurochman Rosyid
Debut: 1993Prestasi: -1998: Peringkat 7 SPC Difficulty dan Juara III SPC Speed Asian Championship, Taiwan.-1999 : Juara I Speed Climbing Asian X-Games Phuket, Thailand2000 : Juara I Speed Climbing Indonesia (overall)2000 : Meraih 4 medali emas dan 1 perak PON XV/2000 2000 : Peringkat 7 (SPC Bouldering) Asian X-Games Phuket, Thailand 2000 : Juara I Speed Climbing Kejuaraan Dunia ESPN X, San Fransisco, AS2001 : Juara I Speed Climbing UIAA Asian Cup, Kunming, Cina 2001 : Juara II Speed Climbing Kejuaraan Dunia di Kuala Lumpur, Malaysia2002 : Juara III Speed Climbing Asian X, Kuala Lumpur, Malaysia 2003 : Juara II Speed Climbing Kejuaraan Dunia di Shenzen, Cina

Semoga pemerintah Indonesia sadar akan keberadaan anak bangsa yg berprestasi seperti Mba Etti dan dapat memberikan penghargaan yang sewajarnya demi peningkatan prestasi untuk membawa nama bangsa di dunia internasional.

Monday, August 02, 2004

Sebelum aku memutuskannya
Aku berusaha mengumpulkan segenap kekuatan
Agar aku dapat mengutarakan isi hati ini
Aku berharap semoga ini adalah jalan terbaik

Kuputuskan untuk konsentrasi dengan kuliahku
Karna selama ini aku tak bisa membagi konsentrasiku
Karna hal itu selalu membuat konsentrasiku buyar
Karna aku ingin segera menyelesaikan kuliahku

Tapi terkadang terlintas dalam benakku
Benarkah langkah yang kuambil?
Haruskah ini terjadi?
Atau ini hanya sepenggal kisah yang harus kujalani?

Sebenarnya di hati ini
Ingin juga seperti yang lain
Bisa membagi konsentrasi
Dengan hal yang satu itu

Tapi mungkin memang ini jalanku
Atau sudah kebiasaanku dari dulu
Yang tak bisa membagi konsenstrasi ini
Antara sekolah dengan hal yang satu itu

Aaaaaah entahlah............
Biarlah waktu yang akan menjawab semua ini
Kupasrahkan segalanya pada Illahi Rabbi
Karna Dia lah yang tau segalanya